MENGALAHKAN THAILAND, MUNGKINKAH ?

Sebelum membahas ini, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menggambarkan kelemahan dan kekurangan kita semua. Kenapa Amerika mau mengeluarkan dana sangat besar untuk proyek Antariksa melalui NASA-nya? Mengapa China semakin berkembang ketika dikenakan Embargo selama bertahun-tahun? Mengapa prestasi Sepak Bola Singapura melejit meski populasi penduduknya sedikit? Dan mengapa sangat sulit menemukan 11 orang pemain bola bertalenta dari jutaan rakyat Indonesia? Mengapa peneliti sangat dihargai di negara maju? Sementara mantan Atlet berprestasi di Indonesia banyak yang menjual medali di masa tuanya? Mengapa banyak orang asing yang mempelajari budaya tradisional Indonesia ? Sementara generasi muda kita selalu sibuk mengadopsi gaya hidup bebas dari luar negeri.

Lepas dari kenyataan bahwa Indonesia sebenarnya kaya tapi laju Korupsi yang sangat mengakar dan membudaya membuat perekonomian carut marut, jangan hanya terjebak saling menyalahkan, dan lupa untuk berbuat sesuatu yang di mulai dari diri sendiri. Karena blog ini tentang tanaman hias, akan saya coba menyampaikan pemikiran tentang dunia tanaman yang tentu saja selalu dalam kekurangan dan perlu mendapat kritik membangun dari pengunjung blog ini. Beberapa langkah pemikiran untuk “mengalahkan” Thailand diantaranya :

1. Sangat jarang orang Indonesia yang berdedikasi tinggi, menekuni dan mencari inovasi yang baru dibidangnya. Banyak orang pintar dan jenius di republik ini tetapi sangat jarang yang mempunyai visi untuk kemajuan khalayak. Sebenarnya tidak salah seseorang mandahulukan kepentingan perut sendiri karena ada ungkapan “jaman sekarang cari yang haram saja sulit, apalagi yang halal !” tapi kita juga harus tahu dibidang usaha tanaman hias, sesuatu yang baru dan positif akan menarik pasar dengan sendirinya. jadi mulailah dari diri kita sendiri, menekuni bidang yang kita jalani dan berpikir maju demi kebaikan yang meluas. Tidak selamanya berbuat untuk orang lain tidak memberikan keuntungan buat diri kita. Mengapa saya mau menulis pemikiran dan artikel di blog ini? Buang-buang waktu? Ngapain repot ? Tidak, keuntungannya adalah kepercayaan konsumen saya akan terbangun dengan sendirinya.

2. Mencintai Produk negeri sendiri dan sibukkan diri kita untuk mengembangkannya. Di sisi bisnisnya memang lebih baik bersandar pada produk thailand, lebih murah, banyak jenis baru, resiko merugi lebih minim karena sesuai trend apalagi pasar terbesar yaitu pemula tidak tahu mana produk thailand dan mana produk lokal. Saya pernah mengatakan importir besar-besaran akan menjadi bumerang bagi kelangsungan bisnis ini. Hal ini bisa dijawab secara mentah bahwa “ Bisnis mana yang tidak mencari untung sebanyak-banyaknya?” Betul sekali, untung besar hanya sekejap, untung sedikit tapi stabil dan jangka panjang, sama kan?

3. Orang dari luar negeri banyak mempelajari budaya dan potensi bangsa kita, tapi mereka tidak meniru pola pikir sederhana dan dangkal sebagian bangsa kita. Sementara banyak sekali orang di negara ini merasa sudah sangat pintar, dan tidak mau belajar dari orang lain. Mengapa diskusi di berbagai forum tidak pernah melahirkan solusi berarti yang ada hanya debat kusir ? Inikah arti sebenarnya Demokrasi dan kebebasan berpendapat? Mari belajar dan belajar dari sumber manapun selama itu positif. Bergaul dengan pencuri akan membuat kita lebih waspada dan bisa mengantisipasi metode mereka !

4. Benar yang dikatakan Rhenald Kasali tentang “Dream Society” masyarakat Indonesia terbuai mimpi-mimpi untung besar dan berlipat ganda, cerita dari mulut ke mulut, berita media, kisah-kisah sukses sangat berpengaruh pada pola pikir bangsa ini. Bisnis iming-iming cepat kaya laris manis, bahkan praktek dukun pengganda uang masih juga memakan korban. Ironisnya kebanyakan korbannya juga orang berpendidikan cukup. Mari bersama-sama memperbaiki mental dan pola pikir diri kita sendiri, jangan takut rugi dan lebih berani mengambil resiko berdasarkan analisa matang, dan tentu saja tingkatkan kecerdasan emosional dan spiritual sesuai keyakinan kita masing-masing.

5. Khusus para hobiis pendatang baru, jangan beli produk thailand atau negara lain ( produk tanaman hias ) kecuali jenis-jenis spesies bukan hybrid, mari bersama-sama majukan tanaman hias Indonesia, dan para pebisnis bidang ini bisa menggantungkan hidup untuk waktu yang panjang.

Tidak ada manusia yang sempurna, Kesempurnaan hanya milik Dzat Pencipta. Saya mohon maaf apabila ada pihak yang dirugikan dengan pemikiran saya ini, Terima kasih anda meluangkan waktu untuk membaca ini.






0 comments:

Posting Komentar

SILAHKAN KETIK COMMENT ANDA.