MENGENAL BUAH NAGA ( DRAGON FRUIT )

Ada beberapa pertanyaan yang mampir di email saya tentang Buah Naga ( Dragon Fruit ) tentang budidaya dan kalkulasi usahanya. Saya muat dalam blog ini lengkap dengan jenis-jenis, budidaya, dan gangguan penyakit serta kalkulasi keuntungan dalam budidaya buah naga. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda selain dunia tanaman hias.

Buah naga ( Dragon fruit ) dihasilkan dari tanaman kaktus jenis pemanjat. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim tropis kering, yakni Amerika tengah dan Amerika Salatan. Di habitat aslinya buah naga tentu saja dapat berkembang dengan baik. Seperti Meksiko misalnya, karena itu mereka telah mampu mengekspor naga le seluruh dunia.

Tanaman kaktus pada umumnya jarang sekali menghasilkan buah. Mereka kebanyakan hanya berfungsi sebagai tanaman hias. Tidak banyak tanaman kaktus yang bisa menghasilkan buah yang bisa dimakan. Salah satu tanaman kaktus yang menghasilkan buah adalah dari sub famili Hylocerenae.

MORFOLOGI
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari, akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Batang berwarna hijau berpenampang segitiga, segi empat atau segi enam. Lebar penampang tak lebih dari 8 cm. Durinya hitam berukuran kecil. Dia tunbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga. Bentuknya mirip bunga wijayakusuma . Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah,berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor ular naga. Karena itulah mengapa buah ini disebut dengan nama buah naga.

SYARAT TUMBUH
Tanaman buah naga akan tumbuh secara optimal di daerah tropis kering. Tempat yamg ideal bagi tanaman kaktus buah naga adalah dataran rendah ( ideal 2 – 100 m dpl ) dengan intensitas sinar matahari yang tinggi ( min. 10 – 12 jam sehari ). Karena tanaman ini termasuk tanaman daerah bersuhu panas ( 25 – 35 derajat celcius).

Tanaman buah naga memerlukan lahan tanam yang subur dan banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Disamping itu buah naga juga menghendaki lahan tanam yang beraerasi ( surkulasi udara ) dan berdrainase ( sirkulasi air ) yang baik. Artinya lahan harus gembur/ remah dan aliran air lancar ( tidak tergenang ). Dalam lahan yang gembur masih terdapat ruang – ruang bagi udara untuk bersirkulasi.Buah naga dapat hidup di tanah yang ber- pH mendekati netral hingga netral ( pH 5 – 7 ). Jika mendapati tanah yang pH-nya kurang dari 5, kapur dolomit bisa digunakan untuk menetralkanya.

SUBFAMILI HYLOCEREANAE BUAHNYA PALING ENAK
Dari ribuan jumlah species kaktus, kaktus buah naga adalah salah satu jenis tanaman kaktus yang menghasilkan buah yang bisa dimakan. Kelompok kaktus yang bisa dimakan ada 49 jenis, namun semuanya enak dilidah. Hylocereanae adalah subfamili kaktus yang daging daging buah bisa dimakan dan enak rasanya. Subfamili Hylocereanae terdiri dari 3 genus yaitu Hylocereus ( 18 jenis ), Selenicereus ( 25 jenis ) dan Aporacactus ( 6 jenis ). Primadona dari Hylocereus adalah Helocereus undatus buahnya paling besar, daging buah putih, kulit merah.Dari genus Selenicereus, yang paling enak adalah Selenicereus megalanthus, kulitnya kuning daging buahnya putih sisik naganya tidak begitu jelas.

Pada sekujur buah terdapat tojolan – tonjolan kecil . Sedangkan Aporocactus buahnya tidak enak untuk dimakan. Dari ketiga genus itu yang paling marketabel adalah Hylocereus undatus yang buahnya paling besar dan banyak dibudidayakan orang sebagai tanaman buah – buah dengan nama “ BUAH NAGA “. Sedang Selenicereus megalanthus disebut buah naga kuning dan dipasarkan dengan nama “ Yellow Pitaha “.

0 comments:

Poskan Komentar

SILAHKAN KETIK COMMENT ANDA.