Permintaan Buah Naga Meningkat Jelang Imlek

Permintaan buah naga, menjelang tahun baru China (Imlek) meningkat tajam. Peluang budidaya tanaman inipun maish terbuka lebar. Produksi di masyarakat belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Buah naga merupakan salah satu komoditas tanaman pertanian yang dikembangkan masyarakat Kulonprogo. Kebanyakan tanaman musiman ini dibudidayakan di lahan pasir. Mulai dari pantai Glagah hingga Pantai Trisik. Tidak sedikit budidaya tanaman ini juga diupayakan di daerah perbukitan.

Salah seorang Pengelola buah naga Edi Purwanto mengatakan, menjelang imlek permintaan dari pedagang mencapai dua ton. Hanya saja petani tidak bisa memenuhi kebutuhan yang ada. Sebab tingkat produksi di petani hanya sekitar 500 kilogram hingga 1 ton saja. Sebab buah ini tidak bisa dipetik secara bersamaan.

“Kebanyakan permintaan dari supermarket di Jakarta hingga Bali,” tegasnya, (13/2/2010).

Saat ini, kata dia, tanaman buah naga yang dikelola sudah sekitar delapan tahun. Luasnya lahan yang ada hanya tiga hektar saja. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar, setidaknya dibutuhkan lahan hingga 18 hektar. Keterbatasan lahan menjadi kendala bagi pengembangan produksi.

Di kabupaten Kulonprogo, tanaman buah naga yang dikembangkana da dua jenis. Yakni buah naga jenis merah dan putih. Harga jual buah naga merah dengan kualitas super Rp35 ribu per kilogramnya, dan yang putih hanya Rp20 ribu per kilogramnnya.

“Keunggulan buah naga Kulonprogo, dikelola dengan bahan organik. Ini yang banyak diminati pasar,” tegasnya.

Berita dan foto dari Okezone

0 comments:

Posting Komentar

SILAHKAN KETIK COMMENT ANDA.