Upaya Bintan Jadi Sentra Bibit Buah Naga

Pesatnya perkembangan perkebunan buah naga di Kabupaten Bintan membuat daerah ini dianggap layak dijadikan sebagai salah satu sentra bibit buah naga di Provinsi Kepri. Namun, untuk bisa menjadi sentra bibit, para petani buah naga di Bintan masih perlu melakukan sertifikasi bibit.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan, drh Kartini mengatakan, tanaman buah naga termasuk tanaman buah unggulan di Kabupaten Bintan selain salak, duku dan durian daun. Tanaman buah naga, kata dia, telah dikembangkan di Bintan sejak tahun 2006 silam.

Kartini mengatakan, pihaknya sangat mendukung sekali jika daerah ini menjadi sentra bibit buah naga. Dikatakan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi penyedia bibit.

Sementara satu persyaratan yang belum dipenuhi oleh perkebunan di Bintan adalah belum disertifikasinya bibit tersebut.

"Untuk sertifikasi tersebut, bibit tersebut harus dites dulu DNA-nya.Apakah sama dengan varietas yang sudah dilepas atau berbeda," katanya kata Kartini, Selasa (11/1).

Kata Kartini, tanaman buah naga telah dikembangkan di dua kecamatan yakni Toapaya dan Gunung Kijang. Dengan total bibit yang telah ditebar kepada petani sekitar 13.900 batang. Sedangkan jumlah petani penerima bantuan sebanyak 145 petani.

Menurutnya, tanaman buah naga memiliki nilai ekonomis yang sangat baik. Karena itu Pemkab Bintan sangat mendukung dikembangkannya tanaman ini kepada petani. Buah naga yang memiliki daging buah berwarna merah ini, katanya, memiliki sejumlah keunggulan seperti mengandung banyak vitamin dan kandungan gizinya cukup tinggi.

Sementara sebagai obatan-obatan, kata Kartini, buah ini masih perlu penelitian lebih lanjut lagi.

"Buah naga ini biasanya juga dijadikan perlengkapan dalam sembahyang orang Tioghoa. Tanaman ini juga dijadikan sayuran terutama batang dan daunnya,"kata kartini.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha tanaman buah naga yang telah sukses di Kecamatan Toapaya berharap pemerintah dapat menjadikan perkebunan mereka sebagai sentra bibit. Hal tersebut selain untuk lebih mengembangkan tanaman ini di Bintan juga untuk menggairahkan minat pelaku usaha yang pada gilirannya nanti dapat menyerap tenaga kerja yang lebih besar.

"Kalau kita di Bintan sudah ada perkebunan buah naga yang sudah memiliki bibit berlabel, mengapa pemerintah daerah harus jauh-jauh mendatangkan bibit lagi," kata Akiat, pemilik perkebunan buah naga di Toapaya.

Berita dari HaluanKepri

0 comments:

Posting Komentar

SILAHKAN KETIK COMMENT ANDA.