<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427</id><updated>2012-01-23T20:19:06.153-08:00</updated><category term='bisnis'/><category term='pengobatan'/><category term='trick'/><category term='tips'/><category term='artikel'/><category term='konsultasi'/><category term='buah naga'/><category term='analisa'/><category term='lowongan kerja'/><category term='varian warna'/><category term='unsur pupuk'/><category term='sansevieria'/><category term='anthurium'/><title type='text'>DENI KURNIAWAN JOURNAL</title><subtitle type='html'>Catatan seorang pemilik nursery....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>denidicom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08967348637854147049</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-sVzLmdlskS0/TabnudAnDZI/AAAAAAAAAAw/FriHO-2RzBI/s220/%2528blora.org%2529.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4303258571539156413</id><published>2008-06-06T23:34:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T18:37:44.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><title type='text'>PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TRSonjNL9gI/AAAAAAAACE0/GbKzkV-YkYE/s320/busuk_batang01.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 312px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TRSonjNL9gI/AAAAAAAACE0/GbKzkV-YkYE/s320/busuk_batang01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman buah naga dikelompokkan menjadi tiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Hama Semut Merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semut merah biasa menyerang bagian ujung batang yang masih muda dan pergelangan ruas batang. Dia masuk dan membuat rumah didalam batang. Bagian yang terserang akan berwarna kuning, berlubang kemudian kering dan mati. Pemberantasan hama serangga ini dengan menggunakan insektisida, misalnya : Basudin 50 EC atau Matador.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Hama Bekicot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hama bekicot menyerang tunas – tunas muda calon cabang buah naga. Bekas gigitan bekicot akan mengundang serangan hama jamur atau bakteri yang menyebabkan tanaman layu. Pemberantasannya dengan membuang dan membasmi semua bekicot yang berada di tanaman dan sekitar tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.Penyakit Jamur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jamur Fusarium oxysporum Schl yang menyerang tanaman buah naga menyebabkan penyakit layu fusarium. Jamur ini menyerang karena tanah atau media tanamnya tidak bisa membuang air dengan lancar. Tanaman yang terserang jamur menjadi layu dan pelan – pelan kering. Untuk menanggulangi penyakit ini bisa digunakan fungisida seperti Benlate T 20 WP atau Derosal 60 WP dengan cara disemprotkan pada bagian tanaman yang terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain layufusarium, serangan jamur juga menyebabkan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman buah naga. Jamur yang menyerang pangkal batang ini jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Serangan jamur ini bahkan bisa menghabiskan batang sehingga tinggal “tulang” kayunya saja. Pemberantasannya dengan fungisida. Pengalaman di kebun kami, penyakit ini diberantas dengan air sabun colek. Caranya, dengan mencampur 1 sendok makan garam, 1 sendok teh sabun colek dan 17 liter air. Kemudian air sabun colek ini dioleskan pada bagian yang terserang jamur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4303258571539156413?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4303258571539156413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/pengendalian-hama-dan-penyakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4303258571539156413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4303258571539156413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/pengendalian-hama-dan-penyakit.html' title='PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TRSonjNL9gI/AAAAAAAACE0/GbKzkV-YkYE/s72-c/busuk_batang01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-1822026791048532624</id><published>2008-06-06T23:15:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T18:33:00.257-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><title type='text'>PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN BUAH NAGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TQc-eiYcz1I/AAAAAAAACBc/EJBtrqR8IPE/s320/pangkas_untuk_buah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 277px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TQc-eiYcz1I/AAAAAAAACBc/EJBtrqR8IPE/s320/pangkas_untuk_buah.jpg" alt="buah naga" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perawatan tanaman buah naga mutlak diperlukan jika menginginkan berhasil dalam budidaya buah naga. Perawatan yang perlu dilakukan untuk tanaman buah naga meliputi hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Penyiraman tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta memperhatikan waktu penyiraman. Pada masa awal penanaman, penyiraman bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, kebutuhan penyiraman tiap hari menjadi mutlak diperlukan. Tetapi pada musim penghujan, frekuensi penyiraman bisa dikurangi tergantung curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, jangan melakukan penyiraman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pemberian pupuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perawatan yang harus dilakukan pada tanaman buah naga adalah pemupukan. Mengenali sifat pupuk sangat penting dalam hubungan kebutuhan pupuk bagi tanaman buah naga. Dengan demikian bisa diketahuai pada setiap tahap pertumbuhan tanaman jenis pupuk apa yang dibutuhkan. Unsur nitrogen (N) dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar pada awal masa pertumbuhan tanaman yakni sejak tanaman muda hingga menjelang berbunga dan berbuah. Ketika tanaman buah naga mendekati masa berbunga tanaman banyak membutuhkan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang tinggi. Pemupukan harus dilakukan secara berkala sehingga dapat terpenuhi respon yang cepat dari pertumbuhan buah naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pengaturan percabangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan cabang bertujuan untuk mengatur pembuahan dan untuk menjaga kesehatan tanaman. Pengaturan percabangan ini dilakukan dengan cara pemangkasan cabang dan tunas bakal cabang. Sebaiknya pemangkasan dilakukan pada bakal cabang yang masih dalam bentuk tunas. Karena luka bekas pemangkasan tunas cabang tidak akan membahayakan bagi kesehatan tanaman. Cabang boleh saja dipelihara jika tumbuh pada ujung atas cabang, itupun jumlahnya harus dibatasi. Maksudnya agar pertumbuhan menjadi optimal. Pengaturan cabang yang baik dengan pola 1-3-5. Artinya, 1 batang utama, 3 cabang pertama, dan 5 cabang kedua. Buah hanya boleh muncul pada cabang kedua, jumlahnyapun dibatasi. Biarkan tumbuh 15 buah saja. Dengan asumsi tiap cabang menghasilkan 3 buah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-1822026791048532624?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/1822026791048532624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/perawatan-dan-pemeliharaan-buah-naga.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/1822026791048532624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/1822026791048532624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/perawatan-dan-pemeliharaan-buah-naga.html' title='PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN BUAH NAGA'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TQc-eiYcz1I/AAAAAAAACBc/EJBtrqR8IPE/s72-c/pangkas_untuk_buah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8338053662179668373</id><published>2008-06-06T23:05:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T18:56:00.934-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><title type='text'>MENGOLAH LAHAN BUAH NAGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TRIc6PMalII/AAAAAAAACEE/UdfSKxOGLfo/s320/mediaPakeban.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TRIc6PMalII/AAAAAAAACEE/UdfSKxOGLfo/s320/mediaPakeban.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanaman buah naga tidak membutuhkan lahan tanam yang luas dan dalam . Karena akarnya hanyalah akar permukaan, berbentuk serabut, pendek ( maksimal 30 cm ), tidak menembus jauh sampai ke dalam tanah. Sehingga lahan tanam yang sebenarnya harus benar-benar diolah tidak begitu luas. Minimal dalam radius 1 meter dari tanaman, lahan harus diolah. Hal yang penting lagi adalah mempersiapkan lubang tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas lubang tanam adalah 40 x 40 cm dan kadalaman 50 cm. Lubang tanam harus benar-benar disiapkan sesuai dengan kebutuhan tanaman buah naga. Ke dalam lubang tanam harus terisi dengan media tanam yang subur, gembur atau porous dan mengandung banyak unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga. Selain itu, karena tanaman buah naga termasuk tanaman yang merambat atau tidak bisa berdiri sendiri, maka perlu dibuat tiang penyangga. Tiang ini fungsinya untuk tempat merambat dan menopang tanaman buah naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah - langkah dalam mengolah lahan dan menanam buah naga seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 1 : Membuat bedengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanah yang akan dibedeng harus diolah terlebih dahulu. Lapisan tanah dibalik - balik dengan menggunakan cangkul atau hard tractor sampai tanahnya cukup gembur. Berikutnya membuat bendengan - bendengan dengan 1,5 meter memanjang. Untuk menambah kegemburan dan kesuburan tanah, akan lebih baik jika tanah bedengan dicampur dengan kompos, abu sekam atau coco peat (daging kulit kelapa yang sudah diambil seratnya). Antar bendengan buatkan parit untuk saluran air. Buat sedemikian rupa agar parit mudah diairi dan mudah pula ketika membuang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 2 : Memasang tiang penyangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah memasang tiang penyangga. Tiang penyangga merupakan kebutuhan mutlak dalam budidaya buah naga, karena tanaman buah naga tidak bisa berdiri sendiri sehingga perlu penopang. Bahan tiang penyangga juga harus kuat dan tahan lama, karena usia tanaman ini bisa mencapai 20 tahun. Bahan dengan sifat demikian biasanya terbuat dari bahan beton. Untuk mengurangi volume beton, serta untuk menghemat investasi, buat tiang beton yang berpenampang segitiga. Penampang tiang sebaiknya berbentuk segitiga sama sisi, dengan lebar sisi-sisinya 10 cm. Panjang tiang 2 meter, yang setengah meter di tanam ke dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang penyangga dipasang atau ditanam tepat di tengah bedeng. Untuk menopang batang dan cabang tanaman, di bagian ujung atas tiang dipasang besi melingkar menyerupai setir mobil, dari bahan besi beton diameter 10 mm. Antar tiang penyangga berikan jarak minimal 2 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 3 : Membuat lubang tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lubang tanam digali di sekitar tiang penyangga. Buat 3 atau 4 lubang tanam dengan luas lubang 40 x 40 cm dan kedalaman 50 cm. Bersihkan lubang dari batu-batuan dan dari sampah plastik. Ke dalam setiap lubang galian di isi ; pupuk dasar dan media tanam. jika pupuk dasar dari pupuk kandang, berikan sebanyak 4 kg per lubang. Langsung masukkan ke dasar lubang. Ingat, pupuk kandang harus sudah matang (sudah tak berbau dan sudah menjadi tanah). Jika pupuk dasar dari pupuk kimia dosisnya sebanyak 60 gram SP 36, 60 gram KCL dan 20 gram ZA/Urea. Pupuk dasar kimia ini kemudian dicampur dengan tanah top oil (tanah lapisan atas) bekas galian. Isikan sedalam sepertiga dari dalam lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru di atasnya diisi dengan media tanam. Media tanam terdiri dari bahan-bahan campuran antara 1 bagian dolomit : 7 bagian kompos, 5 bagian pasir dan 10 bagian tanah kebun. Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam lubang. Biarkan lubang tanam yang telah siap ini sekitar satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 4 : Melakukan penanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat lubang lagi di tengah-tengah lubang yang berisi media tanam secukupnya (sesuaikan dengan besar bibit tanaman buah naga). Ambil bibit buah naga, buang plastik polibagnya, kemudian tanam dengan hati-hati (minimal sedalam 10 cm).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8338053662179668373?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8338053662179668373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/mengolah-lahan-buah-naga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8338053662179668373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8338053662179668373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/mengolah-lahan-buah-naga.html' title='MENGOLAH LAHAN BUAH NAGA'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TRIc6PMalII/AAAAAAAACEE/UdfSKxOGLfo/s72-c/mediaPakeban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-7311778029856354680</id><published>2008-06-06T22:51:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T19:00:43.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><title type='text'>CARA MEMILIH BIBIT BUAH NAGA YANG BENAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TJMiLo0x0iI/AAAAAAAABZM/6X5LxF4K_wY/s200/bibit_buah_naga_tanam01.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TJMiLo0x0iI/AAAAAAAABZM/6X5LxF4K_wY/s200/bibit_buah_naga_tanam01.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum kegiatan penanaman buah naga dilakukan, bibit harus disediakan terlebih dahulu. Langkah awal dalam menyediakan bibit adalah pemilihan bibit. Pemilihan bibit ini merupakan faktor yang sangat penting dan cukupmenentukan dalam keberhasilan budidaya tanaman buah naga. Dalam pemilihan bibit, selain memilih jenis atau varietas tertentu, juga memilih kualitas bibit itu sendiri. Untuk lebih memastikan jenis atau varietas serta kualitas bibit yang akan ditanam, sebaiknya dicari dari pembibit yang kredibel dan ahli di bidang pembibitan tanaman buah naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembibit yang kredibel dan benar – benar ahli di bidangnya biasanya melakukan pemibitan sendiri dari tanaman induk yang benar -benar terjaga keaslian dan kualitasnya. Harganya memang lebih mahal bila dibandingkan dengan bibit yang tak jelas asal usulnya. Tetapi pengaruh dan manfaatnya sangat besar pada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk proses pembuahannya. Hal ini cukup penting menentukan keberhasilan budidaya tanaman buah naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit tanaman buah naga yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Keadaan tanaman subur, sehat dan segar.&lt;br /&gt;2. Batang nampak kokoh, bebas hama dan penyakit yang ditandai dengan kulit batang yang mulus tidak ada cacat bekas serangan hama dan penyakit, atau luka&lt;br /&gt;3. Batang berwarna hijau tua serta ujungnya utuh dan lancip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit buah naga yang akan ditanam, jika didapat dari lokasi yang jauh dan berbeda kondisi agroklimatnya, tidak boleh langsung ditanam. Bibit seperti ini perlu dirawat terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru dan untuk menghindarkan dari stres. Bibit yang demikian harus ditampatkan di areal penanaman paling tidak selama satu sampai dua bulan untuk bradaptasi dengan lingkungan yang baru. Perawatan pemupukan perlu dilakukan selama dalam perlakuan tersebut. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk daun dengan kadar N yang tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-7311778029856354680?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/7311778029856354680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/cara-memilih-bibit-buah-naga-yang-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7311778029856354680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7311778029856354680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/06/cara-memilih-bibit-buah-naga-yang-benar.html' title='CARA MEMILIH BIBIT BUAH NAGA YANG BENAR'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TJMiLo0x0iI/AAAAAAAABZM/6X5LxF4K_wY/s72-c/bibit_buah_naga_tanam01.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-7685966810201113993</id><published>2008-04-29T07:18:00.002-07:00</published><updated>2011-02-01T19:05:52.722-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><title type='text'>JENIS BUAH NAGA YANG BANYAK DIBUDIDAYAKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TUjJ99DZ1ZI/AAAAAAAACVQ/BSR8hgSa5RE/s1600/buahnaga_jingga.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TUjJ99DZ1ZI/AAAAAAAACVQ/BSR8hgSa5RE/s320/buahnaga_jingga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568923005441660306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buah naga yang kini banyak dibudidayakan adalah dari jenis buah naga putih ( Hylocereus undatus ), buah naga merah ( Selenicereus megalanthus ) dan buah naga kuning . Karena itu, masih ketiga jenis buah naga tersebut yang sudah ada di pasaran. Tapi dari ketiganya masih buah naga putih yang paling banyak beredar di pasaran saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendatang baru, harga buah naga cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena, pasokan dari petani atau pekebun masih masih cukup langka.Ditambah dengan memperoleh bibit dalam jumlah yang besar sangat sulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi rasa sebenarnya buah naga putih masih kalah dengan buah naga merah maupun kuning. Tapi karena buah naga putih paling cepat berbuah serta ukuran buahnya paling besar, maka buah naga putih yang paling banyak dipilih untuk dibudidayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/SEocBxme6UI/AAAAAAAAA4E/JIepE-KrODk/s1600-h/naga1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 88px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/SEocBxme6UI/AAAAAAAAA4E/JIepE-KrODk/s320/naga1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209006735827593538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jenis tanaman : Kaktus pemanjat&lt;br /&gt;Spesies : Hylocereus undatus&lt;br /&gt;Nama pasar : Buah naga putih&lt;br /&gt;Bentuk buah : Bulat agak lonjong&lt;br /&gt;Kulit buah : Warana putih, tekstur lunak, bertabur biji kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;HYLOCEREUS COSTARICENCIS ( Naga Merah )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/SEoaYjXPMXI/AAAAAAAAA3o/jzUU9Fa4Zo4/s1600-h/naga+merah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/SEoaYjXPMXI/AAAAAAAAA3o/jzUU9Fa4Zo4/s320/naga+merah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209004928119288178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jenis tanaman : Kaktus pemanjat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Spesies : Hylocereus costaricencis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nama pasar : Buah naga merah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bentuk buah : Bulat, mirip buah nanas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kulit buah : Warna merah besisik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Daging buah : Warna merah, tekstur lunak,bertabur biji kecil – kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berat buah : 400 – 500 gram/ buah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SELENICEREUS MEGALANTHUS ( Naga Kuning )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/SEoaYsXkiNI/AAAAAAAAA3w/WY7k6i65DUY/s1600-h/nagakuning.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 141px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/SEoaYsXkiNI/AAAAAAAAA3w/WY7k6i65DUY/s320/nagakuning.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209004930536605906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Jenis tanaman : Kaktus pemanjat&lt;br /&gt;Species : Selenicereus megalanthus&lt;br /&gt;Nama pasar : buah naga kuning&lt;br /&gt;Bentuk buah : bulat agak lonjong&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Daging buah : Warna putih, tekstur lunak bertabur biji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Berat buah : 300 – 400 gram/ buah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-7685966810201113993?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/7685966810201113993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/jenis-buah-naga-yang-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7685966810201113993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7685966810201113993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/jenis-buah-naga-yang-banyak.html' title='JENIS BUAH NAGA YANG BANYAK DIBUDIDAYAKAN'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TUjJ99DZ1ZI/AAAAAAAACVQ/BSR8hgSa5RE/s72-c/buahnaga_jingga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-2162489447361395433</id><published>2008-04-29T07:09:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T19:09:42.806-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><title type='text'>MENGENAL BUAH NAGA ( DRAGON FRUIT )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/S2pI_IKG2uI/AAAAAAAAASA/JzH0qeFIgHo/s320/buahnaga_putih_super-hitam.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/S2pI_IKG2uI/AAAAAAAAASA/JzH0qeFIgHo/s320/buahnaga_putih_super-hitam.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada beberapa pertanyaan yang mampir di email saya tentang Buah Naga ( Dragon Fruit ) tentang budidaya dan kalkulasi usahanya. Saya muat dalam blog ini lengkap dengan jenis-jenis, budidaya, dan gangguan penyakit serta kalkulasi keuntungan dalam budidaya buah naga. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda selain dunia tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah naga ( Dragon fruit ) dihasilkan dari tanaman kaktus jenis pemanjat. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim tropis kering, yakni Amerika tengah dan Amerika Salatan. Di habitat aslinya buah naga tentu saja dapat berkembang dengan baik. Seperti Meksiko misalnya, karena itu mereka telah mampu mengekspor naga le seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman kaktus pada umumnya jarang sekali menghasilkan buah. Mereka kebanyakan hanya berfungsi sebagai tanaman hias. Tidak banyak tanaman kaktus yang bisa menghasilkan buah yang bisa dimakan. Salah satu tanaman kaktus yang menghasilkan buah adalah dari sub famili Hylocerenae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MORFOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Morfologi tanaman buah naga terdiri dari, akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Batang berwarna hijau berpenampang segitiga, segi empat atau segi enam. Lebar penampang tak lebih dari 8 cm. Durinya hitam berukuran kecil. Dia tunbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga. Bentuknya mirip bunga wijayakusuma . Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah,berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor ular naga. Karena itulah mengapa buah ini disebut dengan nama buah naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SYARAT TUMBUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanaman buah naga akan tumbuh secara optimal di daerah tropis kering. Tempat yamg ideal bagi tanaman kaktus buah naga adalah dataran rendah ( ideal 2 – 100 m dpl ) dengan intensitas sinar matahari yang tinggi ( min. 10 – 12 jam sehari ). Karena tanaman ini termasuk tanaman daerah bersuhu panas ( 25 – 35 derajat celcius).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman buah naga memerlukan lahan tanam yang subur dan banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Disamping itu buah naga juga menghendaki lahan tanam yang beraerasi ( surkulasi udara ) dan berdrainase ( sirkulasi air ) yang baik. Artinya lahan harus gembur/ remah dan aliran air lancar ( tidak tergenang ). Dalam lahan yang gembur masih terdapat ruang – ruang bagi udara untuk bersirkulasi.Buah naga dapat hidup di tanah yang ber- pH mendekati netral hingga netral ( pH 5 – 7 ). Jika mendapati tanah yang pH-nya kurang dari 5, kapur dolomit bisa digunakan untuk menetralkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUBFAMILI HYLOCEREANAE BUAHNYA PALING ENAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari ribuan jumlah species kaktus, kaktus buah naga adalah salah satu jenis tanaman kaktus yang menghasilkan buah yang bisa dimakan. Kelompok kaktus yang bisa dimakan ada 49 jenis, namun semuanya enak dilidah. Hylocereanae adalah subfamili kaktus yang daging daging buah bisa dimakan dan enak rasanya. Subfamili Hylocereanae terdiri dari 3 genus yaitu Hylocereus ( 18 jenis ), Selenicereus ( 25 jenis ) dan Aporacactus ( 6 jenis ). Primadona dari Hylocereus adalah Helocereus undatus buahnya paling besar, daging buah putih, kulit merah.Dari genus Selenicereus, yang paling enak adalah Selenicereus megalanthus, kulitnya kuning daging buahnya putih sisik naganya tidak begitu jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekujur buah terdapat tojolan – tonjolan kecil . Sedangkan Aporocactus buahnya tidak enak untuk dimakan. Dari ketiga genus itu yang paling marketabel adalah Hylocereus undatus yang buahnya paling besar dan banyak dibudidayakan orang sebagai tanaman buah – buah dengan nama “ BUAH NAGA “. Sedang Selenicereus megalanthus disebut buah naga kuning dan dipasarkan dengan nama “ Yellow Pitaha “.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-2162489447361395433?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/2162489447361395433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/mengenal-buah-naga-dragon-fruit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2162489447361395433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2162489447361395433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/mengenal-buah-naga-dragon-fruit.html' title='MENGENAL BUAH NAGA ( DRAGON FRUIT )'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/S2pI_IKG2uI/AAAAAAAAASA/JzH0qeFIgHo/s72-c/buahnaga_putih_super-hitam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-2662988227791357741</id><published>2008-04-29T01:14:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T01:26:26.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>MEDIA BEKAS HARUS DIBUANG ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Beberapa kiriman email menanyakan apakah media pakis bekas harus dibuang dan tidak bisa digunakan lagi ? Adakah cara atau bahan untuk mendaur ulang pakis bekas ? Gangguan apa yang terjadi kalau menggunakan media bekas ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Memang lebih baik menggunakan pakis yang benar-benar baru untuk penggantian media, tetapi dibeberapa daerah yang sulit mendapatkan pakis atau mungkin kita merasa sayang membuangnya ada cara untuk lebih amannya menggunakan pakis bekas. Tapi sebelumnya perlu kita tahu apa saja yang menjadi kekurangan dan sebab gangguan media pakis bekas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pakis bekas tentu saja berbeda tingkat keasaman (ph) dan banyaknya bakteri, jamur, sisa-sisa pupuk kimia yang merugikan, dan lain-lain yang tentu saja tidak baik kalau langsung digunakan kembali atau tanpa diolah lebih dulu. Saya sendiri biasanya menggunakan kapur untuk menetralkan keasaman dan menjemur pada terik matahari dengan disemprot fungisida dan bakterisida terlebih dulu atau juga bisa dengan cara sangrai tetapi karena umumnya pakis bekas sudah lapuk dan gampang sekali menjadi hancur dan lembut yang tentu saja kurang baik pada sirkulasi udara yang dibutuhkan akar untuk pernafasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mengenai kandungan unsur hara tidak jauh berbeda karena pakis baru pun sangat miskin kandungan unsur haranya. Karena itulah media pakis biasanya dicampur dengan kompos atau pupuk kandang dan pupuk kimia dalam berbagai bentuk. Dalam media bekas sisa-sisa ( ampas ) dari bahan-bahan tersebut yang merugikan dan kemungkinan tumbuhnya gangguan penyakit cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Untuk pemakaian kembali pakis bekas lebih baik diberi beberapa buah arang pada sekitar akar, atau bisa juga menggunakan daun tembakau dan beberapa media lain yang bisa menyerap zat-zat merugikan pada media pakis bekas tersebut. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-2662988227791357741?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/2662988227791357741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/media-bekas-harus-dibuang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2662988227791357741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2662988227791357741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/media-bekas-harus-dibuang.html' title='MEDIA BEKAS HARUS DIBUANG ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4902198216337192345</id><published>2008-04-29T01:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T01:25:25.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>MEMBUAT BIJI ANTHURIUM TAHAN LAMA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;Terkadang saat kita memanen biji-biji Anthurium dari tongkol yang matang siap panen, mungkin dengan kesibukan/pekerjaan lain atau kepentingan untuk menjual kembali dalam bentuk biji kita harus menunda untuk segera menyemai biji-biji tersebut. Bagaimana cara agar biji-biji tersebut lebih tahan lama dan tetap tumbuh dalam proses penyemaian nantinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kunci terpenting terletak pada suhu dan kadar air yang terkandung dalam biji-biji tersebut. Biji harus diletakkan dalam wadah/ruangan yang benar-benar kering dan suhu idealnya adalah 26-30 derajad Celcius, karena dalam kondisi lembab dan basah biji tersebut akan segera tumbuh tunas dan rawan membusuk akibat serangan cendawan. Sementara kadar air dalam biji tidak boleh lebih dari 10%.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;Di samping itu sirkulasi udara juga harus lancar dan jangan disimpan dalam wadah yang benar-benar tertutup. Dan yang harus diperhatikan, lendir yang menyelimuti biji harus dibersihkan dan diangin-anginkan sampai kandungan air berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji-biji tersebut diletakkan diatas kain kasa atau kertas tipis/tissue yang kering sampai waktunya disemai, tetapi alangkah baiknya biji tersebut disemai jangan sampai melebihi 2 minggu, karena otomatis prosentase keberhasilan biji bias tumbuh tunas akan menurun. Untuk waktu yang lebih lama sebenarnya ada zat/larutan pengawet kimia yang bisa digunakan dan bertahan lebih dari sebulan. Tapi bagi anda yang kurang pengalaman alangkah baiknya kalau tidak menggunakan cara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4902198216337192345?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4902198216337192345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/membuat-biji-anthurium-tahan-lama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4902198216337192345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4902198216337192345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/membuat-biji-anthurium-tahan-lama.html' title='MEMBUAT BIJI ANTHURIUM TAHAN LAMA'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4465366407228341888</id><published>2008-04-18T11:40:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T11:56:57.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisa'/><title type='text'>TENTANG MEDIA MASSA : PART 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di berbagai forum dan mailist tentang tanaman hias semakin ramai membicarakan tentang media massa yang dirasakan sudah tidak objektif lagi tentang berita menyangkut trend tanaman hias, ada yang bilang media massa sekarang bisa dibeli oleh para pemain besar dan kaum kapitalis, berita-berita yang ada hanya memihak pihak-pihak yang berkepentingan dan yang menguntungkan redaksi,  media hanya memuat berita yang sensasional tapi tidak sesuai dengan fakta di lapangan, wartawannya yang asal kutip dari narasumber yang berkepentingan, bahkan media massa yang bisa dibilang terbesar di Indonesia dikecam habis-habisan tentang headline-nya  Booming Sansevieria. Diberitakan bahwa transaksi besar-besaran sudah terjadi dan sebentar lagi menggantikan booming Anthurium sebelumnya. Tapi fakta dilapangan sangat jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, dengan pemahaman saya bahwa media sebagai media penyampai informasi, berita terkini,  update kejadian seputar tanaman hias, media promosi baik iklan maupun profil perusahaan sangatlah berperan besar bagi perkembangan dunia tanaman hias umumnya. Dan kita sebagai pembaca harusnya bisa memilah mana yang aktual dan terpercaya, mana yang jebakan mencari sensasi demi  meningkatnya omset penjualan. Nah, seiring berjalannya waktu dengan para pembaca yang semakin kritis dan cerdas dan mampu membedakan mana yang bonafid dan yang tidak, maka seleksi otomatis akan berjalan dan media yang tidak bonafid akan hilang/tutup dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya saya lebih menyetujui “saran &amp;amp; kritik” daripada hujatan. Saya sendiri pernah merasakan keberatan dengan media cetak “AGROBIS” Jawa Pos Grup karena di halaman BURSA-nya memuat foto-foto Anthurium saya di blog, tetapi dengan harga yang lebih rendah dan semua itu tanpa konfirmasi dulu. Pemberitaan tersebut jelas merugikan saya, karena banyak teman yang mengira saya membanting harga dan tentu saja tidak mengenakkan bagi rekan-rekan pemain. Tapi saya tidak menuntut apapun, karena saya berusaha memaklumi bahwa saat itu mungkin redaksinya kekurangan berita dan halaman belum penuh… Belum lagi artikel gutasi yang dimuat ulang tanpa mencantumkan sumber yang jelas, foto-foto saya yang dimuat tapi atas nama pemilik orang lain ( di beberapa media cetak dadakan ) yang tentu saja mengecewakan saya. Untuk hal seperti itu bagi saya bukan masalah yang harus diperpanjang, tapi kalau berita/artikel tentang ilmu tanaman yang bertentangan dengan yang sebenarnya ( misal penyilangan yang tak bisa terjadi tapi dibilang sudah jadi ) saya sangat keberatan sekali dan harus segera diluruskan, karena merugikan banyak orang ( pemula dan orang awam ) dan sudah menjadi pembodohan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah krisis yang melanda usaha tanaman hias sekarang ini, mungkin para pemain yang sedang mengalami masa sulit menjadi lebih sensitif dan emosional berujung opini dan hujatan yang “kasar” tentang media massa yang dipandang salah dalam pemberitaannya. Tapi kita lupa bahwa media massa dibuat dan berasal dari sumber yang tetaplah manusia biasa yang wajar sekali khilaf melakukan kesalahan. Tentang sensasi demi popularitas saya rasa itu sah-sah saja selama tidak merugikan banyak pihak dan bisa dipertanggungjawabkan. Popularitas lebih cepat dicapai dengan sesuatu yang kontroversial, seperti yang terjadi pada Inul yang semakin popular waktu bermasalah dengan Rhoma Irama, popularitas Roy Suryo di dunia maya dengan pernyataan sensasionalnya dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berusaha bijaksana dan memandang semuanya dengan akal dan hati yang sehat, mari bersama-sama memajukan dunia tanaman hias Indonesia sesuai “kapasitas diri” jangan hanya menyalahkan tapi tak punya solusi untuk meluruskannya, Apa saja yang sudah kita perbuat untuk memajukan dan bermanfaat bagi orang banyak ? Bukankah kita sering lupa ketika keuntungan terus mengalir dan hanya berusaha mencari keuntungan yang lebih besar? Bukankah kita sering lupa bahwa media juga sangat berperan besar bagi usaha kita ? Apakah bisa dibilang kebenaran jika karena tanaman kita tak laku lagi kita sibuk mencari kesalahan-kesalahan pihak lain ? Kita selalu menyalahkan para pemain/pemodal besar, para spekulan, tapi kenapa kita tidak menjadi pemain besar atau spekulan juga? Karena kita tidak mampu untuk kearah sana,  dan apakah kita tidak menyadari bahwa sesuatu usaha yang besar dihadapkan pada resiko yang juga lebih besar ? Bukankah kita sering lupa bercermin, sudahkah kita berpikir maju dan memajukan diri sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada pro kontra menanggapi opini seseorang, banyak juga yang menghujat saya sok nasionalis, pembela yang lemah, sok bersih dan bijaksana, dan masih banyak lagi. Saya menyadari sebenar-benarnya bahwa saya masih harus belajar banyak dan introspeksi diri. Mari bersama-sama tegar dan segera bangun dengan strategi dan pemikiran baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4465366407228341888?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4465366407228341888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/di-berbagai-forum-dan-mailist-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4465366407228341888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4465366407228341888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/di-berbagai-forum-dan-mailist-tentang.html' title='TENTANG MEDIA MASSA : PART 2'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8795633308886388582</id><published>2008-04-17T07:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-17T07:06:15.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisa'/><title type='text'>KRISIS ATAU TRAUMA PUBLIK ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di tahun 2008 sampai dengan bulan April, bisnis tanaman hias mengalami tidur panjang di seluruh penjuru Indonesia. Para pemain di bisnis ini banyak sekali yang mengeluh dan putus asa karena banyak dari mereka yang menggunakan modal yang cukup besar untuk bermain di jual beli tanaman hias. Ada yang rela menjual mobil, rumah, tanah dan properti lain untuk mendatangkan tanaman hias yang sedang trend dalam jumlah yang besar berharap keuntungan yang segera berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, ketika geliat pasar tanaman hias yang tetap sepi, animo masyarakat dengan event-event besar juga menurun drastis, mereka hanya melihat-lihat tapi masih ragu membeli. Ada yang beralasan masih menunggu harga murah, ada yang takut kalau tanaman yang mau mereka beli tak laku lagi, ada yang mengaku trauma dengan harga Anthurium yang gila-gilaan kemudian turun drastis, ada yang mengunjungi pameran hanya untuk melihat perkembangan dunia tanaman hias umumnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian bencana alam yang melanda republik ini juga sangat mempengaruhi roda perekonomian di segala bidang usaha. Daya beli masyarakat masih belum stabil ? Atau kepercayaan publik menurun dengan berita media massa yang dirasakan tidak sesuai fakta dan tidak objektif lagi ikut berpengaruh dengan semua ini ? Apakah masyarakat masih trauma dengan booming Anthurium kemarin ? Apakah orang yang membeli tanaman hias lebih banyak dengan alas an bisnis daripada orang yang membeli karena hobby dan kesenangan saja ? Apakah persiapan menjelang pemilu 2009 ikut mempengaruhi bisnis tanaman hias ? Apakah jumlah di lapangan terlalu over yang tidak sesuai dengan permintaan pasar ? Bagaimana perkembangan di Thailand sana ? Apakah mereka siap menggelontor pasar Indonesia dengan varian baru seperti yang dulu-dulu ? Bagaimana nasib tanaman hias lokal kedepannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rekan-rekan pemain mengirim email yang menanyakan perkembangan Anthurium kedepannya, mereka juga sedikit menyindir saya yang mengatakan kesannya saya tenang-tenang saja walaupun pasar Anthurium sepi… Sebaliknya “rekan-rekan seperjuangan” di Anthurium banyak yang bercanda bahwa bukankah keuntungan booming Anthurium kemarin cukup untuk “makan” untuk 3-5 tahun kedepan ? Ngapain bingung? Lebih baik investasi dibidang lain yang sedang in, sementara menunggu celah dalam perkembangan tanaman hias jika bergeliat lagi. Alasan ini juga cukup “masuk akal” dan saya memaklumi karena latar belakang beliau-beliau murni pebisnis atau lebih tepatnya spekulan, jarang sekali dari mereka yang “hanya” menggantungkan hidupnya dibisnis tanaman hias. Saya sendiri saat ini juga lebih fokus dibidang peternakan dan ukiran kayu, tapi memang usaha tersebut lebih dulu saya jalani sebelum saya mendirikan nursery. Karena prinsip saya yang tidak mungkin menggantungkan hidup di satu bidang usaha saja, karena saya memandang semua bisnis tidak ada yang abadi ( mungkin bisnis pornografi saja yang mampu bertahan sampai akhir jaman …) Selalu ada pasang surut dalam suatu usaha, dan sebagai wirausaha murni saya dituntut untuk selalu membaca peluang dan celah dalam bisnis. Dan yang pasti tidak ada diantara para orang sukses yang tidak pernah mengalami kegagalan bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana nasib orang-orang yang hanya menggantungkan hidupnya dalam jual beli tanaman hias ? sementara modal sudah habis terlanjur dibelanjakan tanaman hias, untuk mengambil pinjaman atau kredit usaha sudah tak mungkin lagi. Biaya operasional perawatan tanaman juga harus dipenuhi, sementara keuntungan penjualan tak bisa menutup biaya tersebut, dan kebutuhan hidup selalu menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang-orang yang memperoleh keuntungan besar di Anthurium cuek saja dan cuci tangan, alangkah kejamnya mereka. Tapi mau “membantu meramaikan”, apakah sebab sepinya pasar hanya karena orang trauma Anthurium ? Bukankah masih banyak faktor penyebab lain ? Jika memang disebabkan karena trauma Anthurium, mengapa tanaman hias lain belum ada yang menggantikan trend-nya ? Salahkah mereka jika segera “menyelamatkan diri” dan menggali keuntungan dibidang lain. Seorang sahabat saya bilang “ Ini bisnis Pak Deni, jaman sekarang persaingan sangat ketat dan sulit, dan yang pertama yang harus diselamatkan adalah diri kita sendiri, bagaimana kita bisa menolong orang lain kalau kita belum bisa “tegak berdiri di kaki sendiri” ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat kita masih menganut budaya saling menyalahkan, hujat sana hujat sini, mencari kambing hitam, tanpa mau secara gentle mengakui kekurangan diri. Banyak orang yang menghujat oknum-oknum koruptor di republik ini, tapi bolehkah saya mengajukan pertanyaan “ Seandainya anda duduk diposisi mereka ( pejabat ) apakah anda berani menjamin kalau anda tidak akan korup ?” Bukankah manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah berhasil dicapai dan dimilikinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bijaksananya jika kita berusaha tegar dan tawakal berusaha sebaik mungkin menghadapi krisis ini tanpa harus saling menyalahkan, berdebat yang tak kunjung habisnya, mencari kesalahan orang lain untuk dijadikan kambing hitam. Rawatlah tanaman anda sebaik mungkin, kelak pasti bisa mendatangkan keuntungan. Bukankah tanaman selalu tumbuh seiring berjalannya waktu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan bisnis tak ubahnya medan perang. Dan dalam medan perang&lt;strong&gt; “ LEBIH BAIK MEMBAWA TIGA SINGA DARIPADA SERIBU KERBAU”&lt;/strong&gt; anda mau menjadi singa atau kerbaunya ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8795633308886388582?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8795633308886388582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/krisis-atau-trauma-publik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8795633308886388582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8795633308886388582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/04/krisis-atau-trauma-publik.html' title='KRISIS ATAU TRAUMA PUBLIK ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8720224727658757078</id><published>2008-03-14T08:23:00.000-07:00</published><updated>2008-03-14T08:25:37.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>TENTANG MEDIA MASSA : PART 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya pada semua pihak apabila tulisan saya menyudutkan pihak tertentu dan tentunya masih banyak kekurangan dan hal yang kurang berkenan dalam penyampaian pemikiran saya dalam blog ini. Tujuan saya tidak lain sebagai kritikus yang menyampaikan kritik yang membangun demi kemajuan bersama dan menghindari pembodohan publik oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Mari jadikan masyarakat kita berwawasan dan sejajar dengan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai bidang yang saya pelajari dan tekuni, disini saya akan menulis tentang media massa tanaman hias menurut sudut pandang saya berupa kritik dan saran tentang berita, artikel, trend, bursa, teknonogi budidaya dan genetika tanaman hias. Karena saya menemukan banyak tulisan yang bertentangan dengan fakta dan realita sebenarnya. Tidak ada kepentingan lain atau intrik tertentu atau demi popularitas misalnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa media massa mempunyai peran yang sangat besar dalam kemajuan tanaman hias, sebagai media informasi dan berita terbaru yang menjadi konsumsi publik yang dijadikan acuan dan pegangan oleh semua elemen baik dari penghobi, pemula, pedagang, hunter, pebisnis, kolektor dan sebagainya. Perkembangan dunia tanaman hias yang sangat pesat di Indonesia sangat dipengaruhi ekspos media besar-besaran dan berbagai event-event besar yang banyak di selenggarakan oleh kerjasama beberapa media dengan elemen-elemen dalam bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis tanaman hias tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita, bisnis ini dipandang sangat menjanjikan dan menguntungkan. Bisnis ini juga tidak akan hilang ditelan jaman, karena bisnis ini menyangkut hobby, keindahan, refreshing, prestise status sosial dan kelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa peran media massa tidak mungkin semua itu bisa tercapai. Tetapi sering kita dengar ketidakpuasan publik dengan tulisan-tulisan media massa yang dianggap banyak kepentingan didalamnya, pemaksaan trend demi keuntungan yang besar pihak-pihak tertentu, media massa bisa dibeli oleh para pemodal besar, berita-berita tentang transaksi yang terlihat mustahil, banyak artikel yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah semua itu ? Apakah mungkin pendapat-pendapat tersebut diluncurkan beberapa pihak demi kepentingan yang lain ? Saya tunggu kontribusi pemikiran dan pendapat anda dalam menyikapi kenyataan tersebut. Semua akan saya paparkan pada part-part selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Bersambung ke PART 2 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8720224727658757078?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8720224727658757078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/03/tentang-media-massa-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8720224727658757078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8720224727658757078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/03/tentang-media-massa-part-1.html' title='TENTANG MEDIA MASSA : PART 1'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4435178259724336763</id><published>2008-03-10T06:42:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T06:51:38.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNIK SPLIT</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Perbanyakan Anthurium bisa dilakukan dengan biji dan split ( pemisahan ). Mengenai cara dan tekniknya sudah banyak ditulis di media massa ataupun artikel di Internet. Disini saya hanya menulis tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam proses split Anthurium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Cara split bisa dilakukan pada saat masih anakan ( memisahkan dengan menyisakan sedikit umbi bonggol untuk tumbuhnya akar dan tunas. Paling mudah dilakukan pada Anthurium yang tumbuh rumpun lebih dari satu ( tinggal memisahkan rumpun satu dengan yang lain ). Pada tanaman dewasa ( induk ), teknik split dilakukan dengan memotong bonggol menjadi beberapa bagian selama masih ada ruas tunas pada bonggol dan sedikit akar akan memunculkan tunas anakan baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kelebihan cara ini adalah pertumbuhan yang lebih cepat tumbuh besar dibandingkan Anthurium yang berasal dari biji. Dan kelemahan teknik split adalah sosok Anthurium sulit untuk tumbuh roset dan kompak, baik tajuk daun ataupun besar dan panjang daun terlihat kurang proporsional. Tetapi hal ini bisa diantisipasi dengan perawatan yang bagus dan proses penyinaran matahari yang merata untuk membentuk tajuk daun yang bagus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Apakah produktivitas indukan yang berasal dari split akan menurun dibandingkan indukan dari biji ? Menurut pengalaman saya memang indukan dari split akan menurun tapi tidak terlalu jauh perbedaannya dengan indukan dari biji. Dalam ilmu tanaman memang mengatakan demikian. Tapi perlu diketahui bahwa jumlah biji dari tongkol juga dipengaruhi oleh proses penyerbukan dan kebutuhan nutrisi yang memadai. Masing-masing jenis pada tanaman Anthurium juga berbeda besar tongkol dan produktivitas biji yang dihasilkan. Misal, Tongkol Gelombang Cinta bisa menghasilkan ribuan biji yang tentu saja berbeda dengan jenis Hybrid seperti Black Beauty yang hanya bisa menghasilkan ratusan biji dalam setiap tongkolnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Supaya proses split berhasil sesuai keinginan, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;1.Tanaman yang akan displit (  pemisahan ataupun potong bonggol ) harus dalam keadaan sehat bebas  dari gangguan hama penyakit ataupun kurang nutrisi. Jika terserang  jamur maka harus diobati dulu sampai benar-benar sembuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;2.Gunakan pisau yang tajam dan  steril untuk menghindari kebusukan pada bekas luka pemotongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3.Berikan Fungisida / Anti jamur  pada luka potongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;4.Tempatkan tanaman ataupun bonggol  yang baru displit ditempat yang teduh bebas dari sinar matahari  sampai pertumbuhan tunas terlihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;5.Kelembaban media tanam harus  dijaga jangan sampai terlalu basah, bisa menggunakan pasir sebagai  campuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;6.Pada bonggol yang muncul beberapa  tunas jangan terburu-buru untuk memisahkannya. Tunggu sampai muncul  2-3 daun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;7.Berikan nutrisi perangsang  tumbuhnya akar dan tunas dengan dosis yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;8.Jika beberapa tunas baru tidak  tumbuh seimbang ( yang satu sudah besar sedangkan yang lain  pertumbuhannya berhenti ) pisahkan dengan menyisakan akar yang lebih  banyak untuk tunas yang lambat tumbuhnya .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga Bermanfaat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4435178259724336763?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4435178259724336763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/03/kelebihan-dan-kelemahan-teknik-split.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4435178259724336763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4435178259724336763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/03/kelebihan-dan-kelemahan-teknik-split.html' title='KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNIK SPLIT'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-2666039255336090078</id><published>2008-03-08T08:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T16:17:33.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trick'/><title type='text'>VARIEGATA BUATAN : WASPADALAH !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selama ini sudah banyak teknik untuk membuat Anthurium menjadi variegata, tetapi pada umumnya menggunakan zat kimia yakni K**kisin yang membuat daun baru menjadi putih total, ada juga yang menggunakan beberapa bahan tetapi kelemahannya pada bercak putih yang samar dan terlihat kurang segar daunnya, dan perlahan-lahan kembali ke warna hijau seperti semula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selama kurang lebih setengah tahun, saya melakukan berbagai percobaan untuk membuat Anthurium bermutasi variegata yang terlihat seperti variegata alami. Dan akhirnya saya menemukan formula yang tepat untuk itu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; memakai berbagai bahan dari tumbuhan yang mudah ditemukan di alam. Saya melakukan percobaan ini dengan berbagai komposisi bahan untuk memanipulasi kromosom pada Anthurium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tetapi detail tekniknya tidak mungkin saya tulis disini, karena begitu banyaknya artikel di blog ini yang di Copy Paste orang lain. Lagi pula, teknik ini juga bisa digunakan untuk melakukan penipuan konsumen untuk memperoleh keuntungan yang besar. Mungkin saya akan lelang penemuan saya dengan harga mahal tentunya, tapi itu tidaklah penting bagi saya. Tujuan utama saya hanya mengingatkan para pecinta tanaman hias khususnya jenis variegata untuk lebih jeli dan waspada karena mungkin saja  sudah banyak teknik variegata buatan yang sangat sulit dibedakan dengan variegata alami oleh orang yang tidak berpengalaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kelebihan teknik saya adalah warna daun menjadi dominan putih dengan bercak hijau yang merata sampai ujung daun dan daun tidak berubah bentuk menjadi kerdil atau abnormal. Warna juga terlihat segar dan sehat dan tidak kembali ke warna hijau. Tetapi teknik ini juga masih ada kelemahannya, treatment variegata harus selalu dilakukan ketika sudah terlihat tanda-tanda munculnya tunas baru, apabila tidak dilakukan maka pada daun baru bercak putih kurang merata dan warna hijau lebih dominan. Ke depan, saya akan terus melakukan percobaan untukmemperoleh formula yang bisa menutupi kelemahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dibawah ini saya akan memberikan foto untuk lebih jelasnya dan bisa menambah pengetahuan bagi para pecinta tanaman hias agar bisa lebih jeli dan tidak tertipu oleh variegata buatan. Bisa anda bayangkan, berapa keuntungan yang saya dapat seandainya teknik ini saya gunakan pada sebagian Anthurium saya? Hal seperti ini pernah saya alami pada saat maraknya Anthurium Bunda Menangis, saya menguraikan proses ilmiah tentang Gutasi dan Teknik Gutasi Buatan dalam waktu 3 hari. Saat itu banyak pihak yang memusuhi saya, karena Anthurium Bunda Menangis mereka tidak berharga mahal lagi. Ironisnya banyak media cetak yang menulis ulang artikel saya dan menyebutkan bahwa artikel itu dari orang lain. Inikah Indonesia ? Mengapa karya cipta seseorang tidak dihargai di Republik ini ? Tetapi banyak juga kok orang yang bersimpati dengan saya dan mendorong saya untuk membuat karya yang lebih banyak dan bermanfaat bagi orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/R9U9tOOdXtI/AAAAAAAAA1g/KRfVjgIhTMw/s1600-h/kerishitamverigatabuatan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/R9U9tOOdXtI/AAAAAAAAA1g/KRfVjgIhTMw/s320/kerishitamverigatabuatan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176111193854402258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-2666039255336090078?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/2666039255336090078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/03/variegata-buatan-waspadalah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2666039255336090078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2666039255336090078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/03/variegata-buatan-waspadalah.html' title='VARIEGATA BUATAN : WASPADALAH !'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_auTRkk8fZjU/R9U9tOOdXtI/AAAAAAAAA1g/KRfVjgIhTMw/s72-c/kerishitamverigatabuatan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4959442191863034731</id><published>2008-02-20T05:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T06:09:59.656-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anthurium'/><title type='text'>KESALAHAN PERAWATAN YANG SERING DILAKUKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Dalam perawatan anthurium sebenarnya tidak membutuhkan langkah-langkah khusus yang sulit dilakukan, tetapi masih banyak para hobiis terutama pemula masih mengeluh bahwa Anthuriumnya mengalami gangguan penyakit hama atau jamur, daun kerdil dan pucat, terjadi kebusukan akar dan batang,  tunas daun tumbuh abnormal, tangkai memanjang tidak seperti anthurium lain yang sejenis, tongkol tidak bisa jadi, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, berbagai gangguan tersebut di sebabkan beberapa kesalahan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Terlalu sering disiram&lt;br /&gt;Para penghobi biasanya terlalu sayang pada tanamannya dan melakukan penyiraman terlalu sering karena takut Anthuriumnya mengalami kekeringan. Memang pada bagian atas media terlihat cepat kering  tetapi mereka tidak mengecek kelembaban media dibagian dalam. Hal ini bisa di antisipasi dengan menggunakan media tanam seporous mungkin dan melubangi sisi pot untuk kebutuhan udara pada akar. Anthurium hanya membutuhkan kelembaban yang terjaga, bukan media yang basah terus menerus. Anthurium bisa menyerap makanan melalui udara karena itu berikan media yang tidak terlalu padat untuk menjaga susunan udara pada media tetap terjaga. Sebelum menyiram anda bisa mencelupkan jari anda pada media, apabila terasa masih lembab sebaiknya penyiraman ditunda dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut memotong bagian tanaman yang sakit&lt;br /&gt;Jika mengalami gangguan seperti daun timbul bercak yang cukup parah, para penghobi merasa sayang untuk memotong bagian yang sakit. Mereka melakukan pengobatan berharap daun yang sudah rusak ( kuning,kering ) kembali menjadi hijau. Perlu diperhatikan jika kerusakan sudah parah sebaiknya langsung di potong saja, karena penyebaran penyakit sangat cepat terutama jenis jenmanii. Anthurium yang sakit akan mengakibatkan pertumbuhan yang lambat, jadi lebih baik anda tidak ragu untuk memotong bagian yang sakit tetapi tunas baru bisa tumbuh lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Takut untuk mengecek kesehatan akar&lt;br /&gt;Seringkali hobiis takut membongkar media untuk mengecek kesehatan akar Anthurium, mereka terlambat membongkar media dan kebusukan akar sudah parah, pada tingkat parah kebusukan akar bisa dilihat dengan pertumbuhan yang berhenti dan daun lama mulai menguning. Akar yang sehat sangat penting bagi optimalnya pertumbuhan Anthurium, apabila akar terlalu sedikit dan masih dalam penyembuhan nutrisi akan digunakan untuk tumbuhnya akar dulu, sehingga pertumbuhan tunas akan berhenti sampai akar tumbuh cukup banyak. Jadi lakukan pengecekan akar secara berkala dan jangan takut kalau Anthurium akan stress apabila dibongkar medianya, yang penting menjaga akar tidak putus ketika media di bongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ragu untuk melakukan repotting&lt;br /&gt;Ukuran pot harus selalu disesuaikan dengan besar tanaman, umumnya para hobiis membiarkan Anthurium tumbuh besar tetapi pot tidak diganti. Yang terjadi akar tidak bisa tumbuh bebas dan saling membelit satu sama lain karena pertumbuhan akar sudah menyentuh batas tepi pot, hal ini menyebabkan Anthurium terganggu pertumbuhannya terutama pada ukuran induk yang menghambat pertumbuhan tongkol. Lakukan repotting ketika akar sudah menyentuh tepi pot, hati-hati jangan sampai teralu banyak akar yang putus, ganti media tanam lama dengan yang baru dan sterilkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ingin yang serba praktis&lt;br /&gt;Anthurium berharga mahal tentu saja hanya dimiliki oleh kalangan berduit yang tentu saja menjalani kesibukan dalam rutinitas sehari-hari. Umumnya mereka hanya memberikan pupuk kimia yang praktis dalam kemasan dan meninggalkan pemakaian pupuk organik. Dan biasanya karena ingin Anthurium cepat tumbuh besar mereka memberi pupuk kimia terlalu banyak/over dosis. Pupuk organik juga dibutuhkan untuk lebih cemerlangnya tampilan daun Anthurium ataupun produktivitas tongkolnya, dan terjadinya over dosis pada pemberian pupuk kimia sangat fatal akibatnya. Tetaplah memakai pupuk organik dan pergunakan pupuk kimia sesuai dosis yang dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak bisa bedakan variegata dan penyakit&lt;br /&gt;Seringkali karena melihat warna daun yang kuning atau putih samar para hobiis mengira bahwa tanamannya mengalami mutasi menjadi variegata. Nah beberapa hari kemudian mereka baru menyadari bahwa itu disebabkan gangguan hama, jamur atau kekurangan unsur yang dibutuhkan. Ini masih sering terjadi terutama pada pemula yang memang belum tahu tentang variegata yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lupa untuk menjemur di sinar matahari&lt;br /&gt;Bagi para penghobi yang belum punya green house yang memenuhi syarat dengan naungan shading net, umumnya anthurium diletakkan di teras atau dalam ruangan yang teduh di dalam rumah. Apalagi dengan banyaknya kasus pencurian anthurium mereka takut anthuriumnya hilang dan selalu menempatkan didalam ruangan tanpa memperhatikan kebutuhan sinar matahari untuk fotosintesis. Rajin-rajinlah menjemur Anthurium di pagi hari semakin sering semakin baik, untuk menjaga kesegaran warna dan tumbuh roset sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Terlalu rajin mengkilapkan daun&lt;br /&gt;Karena ingin Anthuriumnya selalu tampil bersih dan indah, para hobiis mengkilapkan daun dengan cairan pengkilap kimia dengan intensitas terlalu sering. Untuk pengelapan sehari-hari sebenarnya cukup menggunakan air bersih ( air mineral kemasan ) atau air biasa yang sudah diendapkan. Pengkilapan dengan cairan khusus cukup dilakukan dua minggu sekali atau sebulan sekali. Jika terlalu  sering akan mengakibatkan terhambatnya proses asimilasi dan fotosintesis pada stomata daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pengobatan yang tidak sesuai penyebabnya&lt;br /&gt;Para penghobi masih banyak yang belum tahu perbedaan penyakit yang disebabkan jamur, ulat, serangga, bakteri ataupun kurang nutrisi. Sehingga banyak yang melakukan pengobatan tidak sesuai yang menyebabkan penyakit tidak kunjung terobati. Kenali dulu penyebabnya dan gunakan fungisida, bakterisida, insektisida atau pemberian nutrisi yang cukup. Ada juga yang menggunakan antiseptik untuk mengobati penyakit Anthurium, sebenarnya hanya berpengaruh sedikit pada bakteri saja tidak bisa menghilangkan sepenuhnya bakteri, jamur, cendawan ataupun ulat dan serangga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4959442191863034731?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4959442191863034731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/kesalahan-perawatan-yang-sering.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4959442191863034731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4959442191863034731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/kesalahan-perawatan-yang-sering.html' title='KESALAHAN PERAWATAN YANG SERING DILAKUKAN'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-5757020859874408388</id><published>2008-02-15T18:17:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T18:41:26.014-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>WASPADA DENGAN NAMA-NAMA HYBRID BARU</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Saat ini sudah tidak terhitung secara pasti jumlah hybrid baru dalam Anthurium, sejumlah nursery juga banyak mengeluarkan varian baru untuk mendongkrak nama dan penjualan mereka, ditunjang dengan banyaknya media cetak baru yang mengulas tentang Anthurium yang tentu saja menjadi ajang promosi yang efektif dan cakupan pasar yang lebih luas. Yang memprihatinkan, konsumen terbesar Anthurium yakni pemula/end user kurang mengerti dengan seluk beluk kelebihan dan kekurangan sebuah varian hybrid hasil penyilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertiannya begini, persilangan antara dua jenis Anthurium ( species ) menghasilkan keturunan lebih banyak yang mirip dengan kedua induknya, sedangkan penyilangan sesama Anthurium hybrid kemungkinan bibit yang membawa karakter kedua induknya sangatlah kecil.&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam persilangan selalu ada prosentase bibit unggul dan bibit yang kurang unggul ( tidak sesuai harapan ). Sementara induk yang berasal dari varian hybrid ( meskipun tanpa disilangkan ) akan menghasilkan banyak karakter yang tidak mirip dengan induknya, bahkan sama sekali berbeda dengan induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masalahnya banyak para breeder mengeluarkan varian baru ukuran remaja ( memang karakternya baru tidak seperti jenis lain ) kemudian mereka menyediakan bibit dengan nama yang sama ukuran 1,2,3 daun. Tentu saja banyak pemula tergoda dan segera memburunya dengan harga yang tentu saja cukup tinggi, dan di belakang hari mereka kecewa karena anthurium mereka tidak seperti yang di harapkan. Apakah para breeder melakukan penipuan? Bisa iya bisa tidak, mereka yakin sudah menyilangkan sesuai jenis yang disebutkan, tetapi memang resiko penyimpangan genetika kemungkinan sangat besar dalam persilangan. Memang ada sih, para breeder nakal yang melakukan penipuan, tapi rasanya kurang pas kalau saya kupas panjang lebar di blog ini. Intinya anda memahami dulu tentang seluk beluk hibridisasi dan pasti anda bisa lebih jeli dalam memilih anthurium yang anda beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal diatas banyak terjadi terutama di varian hitam, Anthurium black series memang harganya selalu stabil dan menjadi koleksi yang ekslusif. Bahkan yang memprihatinkan ada sebuah tabloid/majalah tanaman hias yang mengupas tentang Anthurium Black Velvet yang disitu di tulis merupakan persilangan dari Gelombang Cinta Hitam dan Kuping Gajah (crystallianum). Perlu diketahui bahwa kedua tanaman memang sama-sama Anthurium tetapi beda SEKSI ( istilah ilmiah seperti Family, Genus dll ) dan persilangan berbeda seksi mustahil terjadi, jadi kesimpulannya tulisan tersebut merupakan sebuah kebohongan. Jadi berhati-hatilah dengan varian baru yang dibilang  persilangan dari jenis ini dan jenis itu yang tentu saja dipilih varian unggul yang berharga mahal. Bahkan banyak yang secara asal-asalan menyebut hasil dari persilangan dua jenis tertentu, hanya dengan mengacu bentuk dan warna daun yang mengandung karakter induk yang disebutkan, padahal mereka tidak tahu pastinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menambah pengetahuan anda, dan para pemula bisa lebih paham dan jeli memilih Anthurium yang dibeli. Lebih amannya memang membeli Anturium ukuran remaja yang sudah terlihat karakternya, tetapi tentu saja dengan harga yang  jauh lebih mahal tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-5757020859874408388?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/5757020859874408388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/waspada-dengan-nama-nama-hybrid-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5757020859874408388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5757020859874408388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/waspada-dengan-nama-nama-hybrid-baru.html' title='WASPADA DENGAN NAMA-NAMA HYBRID BARU'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8143093779423965545</id><published>2008-02-15T04:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T04:58:11.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lowongan kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>BAGAIMANA MENJADI HUNTER YANG BAIK ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Profesi hunter atau bisa disebut juga broker dalam bisnis tanaman hias sudah menjadi bagian penting dalam perkembangan trend bisnis ini. Para pemain besar selalu menggunakan jasa mereka untuk kepentingan mencari barang, sekaligus digunakan untuk menggerakkan pasar. Dengan banyaknya para hunter berkeliaran di berbagai daerah baik ke petani ataupun event pameran, sangat berpengaruh pada naik turunnya trend tanaman hias. Jenis-jenis atau varian yang banyak diburu para hunter akan membuat jenis-jenis tersebut naik harga dengan cepat. Yah, meskipun trend tanaman hias juga dipengaruhi oleh banyak faktor, diakui atau tidak keberadaan para hunter tetaplah menjadi bagian penting dalam bisnis tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan melejitnya Anthurium, profesi ini sangat menguntungkan dan banyak dilakukan oleh orang-orang dengan latar belakang profesi yang beragam, dari pengangguran, tukang becak, pegawai negeri dan masih banyak lagi . Modal uang juga tidak terlalu penting dalam profesi ini, yang terpenting adalah pergaulan dan wawasan luas serta pengetahuan tentang tanaman yang mutlak di butuhkan. Di sini saya akan membagi pengalaman tentang bagaimana cara untuk menjadi hunter yang baik, karena disamping punya banyak hunter, saya juga sering menjadi hunter dengan berburu Anthuriumdi berbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jujur untuk meraih kepercayaan&lt;br /&gt;Untuk memperoleh kepercayaan oleh bos-bos besar tentu saja kita harus menjaga kepercayaan mereka, seorang hunter juga harus bisa menjalin hubungan yang baik dan seluas-luasnya baik dari penyedia ataupun pemesan barang. Kalau kepercayaan sudah terbentuk, modal uang sudah tidak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengetahuan tentang tanaman yang bagus&lt;br /&gt;Pengetahuan di sini bukan tentang perawatan ataupun budidaya, dalam bisnis Anthurium dengan banyaknya varian hybrid, tentu saja dibutuhkan kejelian dan insting yang tajam terutama pada ukuran bibit, karena penyimpangan genetika tak sesuai induknya kemungkinan sangat besar. Mendapatkan calon anthurium berkarakter dan mempunyai nilai jual yang tinggi yang membuat keuntungan para hunter semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahu harga dan negosiasi yang baik&lt;br /&gt;Selalu mengikuti perkembangan harga dan pasar yang sedang berjalan, dan mampu memperoleh tanaman dibawah harga pasar dan mendapat keuntungan ketika dijual kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahu peta trend berbagai daerah&lt;br /&gt;Trend Anthurium selalu berbeda dari satu daerah dengan daerah yang lain. Misal daerah A sedang trend gelombang cinta, daerah B trend hokeri, daerah C trend jenmanii. Para hunter harus mengambil varian yang kurang diminati di suatu daerah dan di jual kembali dengan harga tinggi di daerah lain yang jenis tersebut sedang trend. Sederhananya, menyiasati perbedaan harga dari berbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sesama hunter jangan saling sikut&lt;br /&gt;Seorang hunter berpengalaman, mereka merekrut sub-sub hunter baru untuk kerjasama dan tentu saja memberi pengetahuan tentang ciri-ciri dan kriteria anthurium terlebih dulu. Yang penting link-link ke bos/pemesan yang bermodal besar tetap mereka jaga kerahasiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan ingin cepat untung besar&lt;br /&gt;Anda harus bisa membedakan manakah yang anda layani sebagai pemesan barang. Bedakan kriteria barang yang dicari kolektor atau nursery/pedagang. Kolektor untuk kepuasan dan kebanggaan, nursery/pedagang untuk dijual kembali. Pasanglah harga sewajarnya karena para kolektor dan pemain sangat tahu kisaran harga di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pekerjakan banyak orang&lt;br /&gt;Saya yakin pengunjung di blog ini adalah orang berpendidikan yang cukup dan berwawasan ( pengguna internet di negeri ini masih kalangan terbatas ), jika anda ingin menjadi hunter yang besar dan punya jaringan kuat, pekerjakan banyak orang di sekitar anda, mau pengangguran, tukang ojek, tukang becak atau dari profesi apapun untuk membantu anda. Bekali mereka dengan kamera dan uang transport semua sudah berjalan kan ? Membuat mereka senang dan selama menguntungkan kenapa tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8143093779423965545?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8143093779423965545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/bagaimana-menjadi-hunter-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8143093779423965545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8143093779423965545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/bagaimana-menjadi-hunter-yang-baik.html' title='BAGAIMANA MENJADI HUNTER YANG BAIK ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4729720147695169916</id><published>2008-02-09T07:03:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T07:13:02.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sansevieria'/><title type='text'>KENAPA SANSEVIERIA TAK BISA BOOMING ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak diragukan bahwa sansevieria mempunyai banyak penggemar, karakter bentuk dan motif warna juga beragam dan yang pasti tanaman jenis ini bisa hidup dimana saja. Tetapi, di realita pasar jenis ini sangat sulit untuk “dimainkan” untuk booming menyusul tanaman jenis lain seperti adenium, aglaonema dan anthurium. Sanseviera ada juga yang dihargai cukup mahal terutama jenis impor yang mengalami mutasi, sementara jenis-jenis lokal semakin redup. Berbagai event kontes juga seringkali diadakan diberbagai daerah, ekspos media juga tak kalah gencarnya, tapi pasar sanseviera belum menggeliat. Sebenarnya ada beberapa faktor penyebabnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Jumlah yang sangat melimpah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mudahnya cara perbanyakan jenis ini menjadi penyebab utamanya, selain dengan mengambil anakan, sanse bisa di perbanyak dengan memotong daun menjadi beberapa bagian selanjutnya ditanam dalam media dan akan menghasilkan banyak bibit baru. Permintaan pasar memang cukup besar, tapi stok yang sangat melimpah menyebabkan sansevieria sulit untuk naik pamor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tahan banting&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan sanse adalah perawatan yang mudah, bisa hidup dimana saja, dan minim resiko kematian. Tetapi kelebihan inilah yang sekaligus menjadi kelemahan kenapa sanse tak bisa trend. Memang sanse bisa juga mengalami gangguan hama dan penyakit, tetapi tidak cukup untuk mematikannya. Resiko kematian yang bisa dikatakan hampir tidak ada dalam budidaya dan perawatannya membuat pasar sanse tidak bisa se-eksklusif jenis anthurium ataupun aglaonema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Minimnya varian baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sanseviera di hargai cukup mahal apabila mengalami mutasi warna ataupun bentuk, karena jumlahnya memang sedikit sehingga kelangkaan barang tetap terjaga. Tapi pasar tanaman hias membutuhkan sesuatu yang baru untuk menarik minat pecintanya. Seperti adenium dengan bunga kuningnya, aglaonema dengan ragam hybrid silangnya, dan anthurium yang banyak bermunculan ragam hybrid yang luar biasa. Nah, inilah yang menyebabkan “ kebosanan “ dalam pasar sansevieria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Pemain utama sangat terbatas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai event pameran/kontes jenis ini hanya terlihat sebagai “pelengkap” tanaman hias lainnya. Sansevieria langka dan berbanderol mahal hanya beredar diantara beberapa kolektor saja, pemain besar dijenis ini juga sangat minim, mereka menyetok sanse hanya untuk berjaga-jaga dan sebatas untuk melayani permintaan konsumen saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Tanaman hias sebagai simbol status sosial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang mempunyai uang lebih saja yang mau merogoh koceknya untuk membeli tanaman hias berharga mahal. Selain berguna untuk penghilang stress, tanaman jenis mahal juga sebagai penambah status sosial dan memperluas pergaulan. Karena sanseviera dianggap kurang eksklusif dan dan nilai estetikanya tidak seperti aglaonema dan anthurium, maka jenis ini sulit untuk booming.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4729720147695169916?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4729720147695169916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/kenapa-sansevieria-tak-bisa-booming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4729720147695169916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4729720147695169916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/02/kenapa-sansevieria-tak-bisa-booming.html' title='KENAPA SANSEVIERIA TAK BISA BOOMING ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8179404226311547200</id><published>2008-01-23T08:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T09:03:21.425-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>KAPAN MENGGANTI MEDIA TANAM ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Secara umum media tanam dibedakan menjadi 3 kriteria : Tanaman suka kering (xerofit), tanaman agak lembab ( mesofit ) dan tanaman lembab ( hidrofit ). Anthurium termasuk jenis tanaman yang suka agak lembab ( mesofit ), kenapa media terbaik adalah pakis ? karena pakis bersifat ringan, sangat porous dan mampu mempertahankan kelembaban tetapi tidak jenuh air. Dalam perawatan Anthurium susunan air ( drainase ) dan susunan udara ( aerasi ) harus diperhatikan, jika anda mencari bahan alternatif pengganti pakis sebaiknya tidak jauh dari sifat pakis itu sendiri. Anthurium bisa hidup di media tanah, tapi pertumbuhannya pasti tidak optimal dan sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada Anthurium, pertumbuhan akar lebih tinggi daripada pertumbuhan bagian atas tanaman, karena itu media tanam harus dikondisikan untuk lebih optimalnya pertumbuhan akar ( media harus mudah ditembus oleh akar, dan kebutuhan udara pada anthurium tetap terjaga ). Akar Anthurium yang sehat berwarna putih, jika tidak sehat akan berwarna coklat kehitaman. Bila media tanam kurang porous akan menyebabkan busuk akar dan akibatnya Anthurium tidak bisa tumbuh dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan harus mengganti media tanam Anthurium ? Media tanam harus diganti ketika pertumbuhan akar terganggu, dan media tanam kurang porous ( menjadi padat dan sulit ditembus akar ). Penggantian media tanam pada ukuran bibit sampai remaja berjalan sesuai dengan waktu repotting ( ganti pot ) yang bisa ditandai dengan akar sudah menyentuh batas pot ( akar terlalu penuh dan saling membelit satu sama lain ). Penggantian media tanam juga harus dilakukan bila terjadi kebusukan akar, media harus diganti total yang steril.Yang harus diperhatikan mengganti media tanam sebaiknya menunggu tunas daun baru tumbuh optimal, karena stress tanaman karena media tanam baru bisa mengganggu pertumbuhan tunas daun yang masih kuncup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk indukan Anthurium yang bertongkol penggantian media tanam harus lebih berhati hati, jangan sampai mengakibatkan banyak akar putus. Penggantian media juga jangan seluruhnya, hanya bagian atas sekitar 20-25% saja, jika terdapat gangguan jamur segera lakukan langkah pengobatan. Penggantian media yang sembarangan akan mengakibatkan stress dan gangguan pada pertumbuhan tongkol. Idealnya pengecekan media tanam pada Indukan Anthurium minimal 6 bulan dan maksimal 1 tahun. Repotting ( ganti pot ) untuk indukan sebaiknya menunggu tongkol sudah terjadi penyerbukan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8179404226311547200?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8179404226311547200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/kapan-mengganti-media-tanam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8179404226311547200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8179404226311547200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/kapan-mengganti-media-tanam.html' title='KAPAN MENGGANTI MEDIA TANAM ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-7832458426962168470</id><published>2008-01-21T08:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T09:01:27.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>PEMUPUKAN ANTHURIUM ? ORGANIK ATAU KIMIA ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sedikitnya ada 11 email yang mengajukan pertanyaan senada, yang masing-masing intinya manakah yang lebih baik untuk Anthurium, organik atau kimia ? Secara sederhana jawabannya adalah kombinasi keduanya dengan dosis yang tepat, untuk merk dagang mana yang paling bagus rasanya kurang pas kalau saya posting disini, kesimpulannya pupuk kimia tidak ada masalah selama sesuai dosis pemakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pupuk organik lebih minim efek samping yang merugikan, hanya saja mungkin proses sterilisasi yang kurang maksimal, khususnya pupuk kandang. Kelebihan pupuk juga tidak berakibat buruk pada tanaman, beda dengan pupuk kimia yang pasti mengakibatkan efek samping apabila over dosis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pupuk kimia yang banyak tersedia dalam berbagai bentuk antara lain cair, bubuk, butiran, dan stick/batangan harus diperhatikan cara pemakaian dan dosis yang tertera pada kemasan. Pupuk kimia sifatnya mempercepat, meningkatkan, menggenjot pertumbuhan akar, daun, atau pembentukan buah/biji, jadi perbedaannya dengan organik ibaratnya perbedaan anda minum jamu kuat atau menggunakan doping. Lebih aman yang mana ? pasti lebih aman pakai organik. Lebih baik yang mana ? relatif penggunaan dan dosis tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya begini, pupuk kimia merupakan hasil dari kemajuan teknonogi yang diciptakan setelah proses eksperimen dan penelitian para ahli yang tentu saja lebih baik daripada teknologi di belakangnya. Yang tentu saja kandungan  unsur hara makro dan mikro dapat diketahui dengan jelas. Naik sepeda lebih aman dan tanpa polusi, tapi menggunakan mobil bisa lebih cepat sampai tujuan dan tidak kehujanan atau kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diperhatikan, waktu ideal pemberian pupuk dengan penyemprotan adalah di pagi hari jam 06.00-09.00 atau sore hari jam 16.00-18.00, jangan melakukan penyemprotan ketika terik matahari atau tanaman baru terkena sinar matahari bisa menyebabkan daun terbakar, layu atau datangnya jamur. Penyemprotan bisa dilakukan 2 minggu sekali, untuk slow release bisa 3 bulan sekali dengan ditaburkan saja atau dibenamkan dalam media tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Anthurium anda selalu sehat dan indah dipandang…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-7832458426962168470?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/7832458426962168470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/pemupukan-anthurium-organik-atau-kimia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7832458426962168470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7832458426962168470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/pemupukan-anthurium-organik-atau-kimia.html' title='PEMUPUKAN ANTHURIUM ? ORGANIK ATAU KIMIA ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-3703428410298491090</id><published>2008-01-21T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T06:17:03.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anthurium'/><title type='text'>ALASAN ORANG MEMILIH HOOKERI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;1. Harga lebih terjangkau.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari jenis hokeri lebih murah dari pada jenmanii, meskipun ada juga beberapa hybrid berdarah hokeri yang bisa disejajarkan dengan jenmanii kelas mahal sekalipun misalnya Black Beauty/Selvet, Burgundy, Black Marie dll. Ketika harga jenmanii sudah tak terkejar, para hobiis mengalihkan ke jenis – jenis yang lebih terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Variannya juga beraneka ragam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis warna anthurium hokeri juga bermacam-macam ada hokeri hijau, merah, hitam, burgundy sampai lemon, bahkan sekarang karakter bentuk juga mulai variatif ada hokeri cobra, hokeri mangkok, hookeri tanduk, hokeri curly/kerut dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tahan banting dan tidak rewel perawatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hokeri bisa tumbuh di dataran tinggi berhawa dingin ataupun daerah panas, lebih tahan sinar matahari, lebih tahan meskipun kekurangan air atau nutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Cepat besar dan Bertongkol&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hokeri membutuhkan  waktu rata-rata 1,5 – 2 tahun untuk tumbuh tongkol yang produktif, apalagi jika perawatannya sangat diperhatikan pupuk/nutrisi atau kandungan air pasti bisa lebih cepat lagi. Tongkol hokeri juga lebih banyak menghasilkan biji daripada jenmanii kecuali jenis hybrid tertentu yang lebih sulit budidayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Lebih mudah merumpun atau bermutasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hokeri juga lebih banyak muncul anakan yang bisa dipisah atau dibiarkan tumbuh rumpun, jenis Anthurium yang variegata juga lebih banyak dijumpai pada jenis hookeri. Kelebihan lain pertumbuhan daun bisa melebar dan roset kelihatan sangat kompak dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Lebih mudah disilangkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan hokeri yang tubuh roset, warna-warnanya yang tidak monoton, karakter bentuk daun dan bisa disilangkan dengan jenis lain yang membuat para breeder yang menggunakan jenis hokeri dalam persilangan untuk memunculkan varian baru yang lebih unggul dan variatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-3703428410298491090?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/3703428410298491090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/alasan-orang-memilih-hookeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/3703428410298491090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/3703428410298491090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/alasan-orang-memilih-hookeri.html' title='ALASAN ORANG MEMILIH HOOKERI'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-5019137251228265186</id><published>2008-01-18T02:34:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T02:39:42.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisa'/><title type='text'>MENGALAHKAN THAILAND, MUNGKINKAH ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelum membahas ini, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menggambarkan kelemahan dan kekurangan kita semua. Kenapa Amerika mau mengeluarkan dana sangat besar untuk proyek Antariksa melalui NASA-nya? Mengapa China semakin berkembang ketika dikenakan Embargo selama bertahun-tahun? Mengapa prestasi Sepak Bola Singapura melejit meski populasi penduduknya sedikit? Dan mengapa sangat sulit menemukan 11 orang pemain bola bertalenta dari jutaan rakyat Indonesia? Mengapa peneliti sangat dihargai di negara maju? Sementara mantan Atlet berprestasi di Indonesia banyak yang menjual medali di masa tuanya? Mengapa banyak orang asing yang mempelajari budaya tradisional Indonesia ? Sementara generasi muda kita selalu sibuk mengadopsi gaya hidup bebas dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari kenyataan bahwa Indonesia sebenarnya kaya tapi laju Korupsi yang sangat mengakar dan membudaya membuat perekonomian carut marut, jangan hanya terjebak saling menyalahkan, dan lupa untuk berbuat sesuatu yang di mulai dari diri sendiri. Karena blog ini tentang tanaman hias, akan saya coba menyampaikan pemikiran tentang dunia tanaman yang tentu saja selalu dalam kekurangan dan perlu mendapat kritik membangun dari pengunjung blog ini. Beberapa langkah pemikiran untuk “mengalahkan” Thailand  diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sangat jarang orang Indonesia yang berdedikasi tinggi, menekuni dan mencari inovasi yang baru dibidangnya. Banyak orang pintar dan jenius di republik ini tetapi sangat jarang yang mempunyai visi untuk kemajuan khalayak. Sebenarnya tidak salah seseorang mandahulukan kepentingan perut sendiri karena ada ungkapan “jaman sekarang cari yang haram saja sulit, apalagi yang halal !” tapi kita juga harus tahu dibidang usaha tanaman hias, sesuatu yang baru dan positif akan menarik pasar dengan sendirinya. jadi mulailah dari diri kita sendiri, menekuni bidang yang kita jalani dan berpikir maju demi kebaikan yang meluas. Tidak selamanya berbuat untuk orang lain tidak memberikan keuntungan buat diri kita. Mengapa saya mau menulis pemikiran dan artikel di blog ini? Buang-buang waktu? Ngapain repot ? Tidak, keuntungannya adalah kepercayaan konsumen saya akan terbangun dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mencintai Produk negeri sendiri dan sibukkan diri kita untuk mengembangkannya. Di sisi bisnisnya memang lebih baik bersandar pada produk thailand, lebih murah, banyak jenis baru, resiko merugi lebih minim karena sesuai trend apalagi pasar terbesar yaitu pemula tidak tahu mana produk thailand dan mana produk lokal. Saya pernah mengatakan importir besar-besaran akan menjadi bumerang bagi kelangsungan bisnis ini. Hal ini bisa dijawab secara mentah bahwa “ Bisnis mana yang tidak mencari untung sebanyak-banyaknya?” Betul sekali, untung besar hanya sekejap, untung sedikit tapi stabil dan jangka panjang, sama kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang dari luar negeri banyak mempelajari budaya dan potensi bangsa kita, tapi mereka tidak meniru pola pikir sederhana dan dangkal sebagian bangsa kita. Sementara banyak sekali orang di negara ini merasa sudah sangat pintar, dan tidak mau belajar dari orang lain. Mengapa diskusi di berbagai forum tidak pernah melahirkan solusi berarti yang ada hanya debat kusir ? Inikah arti sebenarnya Demokrasi dan kebebasan berpendapat? Mari belajar dan belajar dari sumber manapun selama itu positif. Bergaul dengan pencuri akan membuat kita lebih waspada dan bisa mengantisipasi metode mereka !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Benar yang dikatakan Rhenald Kasali tentang “Dream Society” masyarakat Indonesia terbuai mimpi-mimpi untung besar dan berlipat ganda, cerita dari mulut ke mulut, berita media, kisah-kisah sukses sangat berpengaruh pada pola pikir bangsa ini. Bisnis iming-iming cepat kaya laris manis, bahkan praktek dukun pengganda uang masih juga memakan korban. Ironisnya kebanyakan korbannya juga orang berpendidikan cukup. Mari bersama-sama memperbaiki mental dan pola pikir diri kita sendiri, jangan takut rugi dan lebih berani mengambil resiko berdasarkan analisa matang, dan tentu saja tingkatkan kecerdasan emosional dan spiritual sesuai keyakinan kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Khusus para hobiis pendatang baru, jangan beli produk thailand atau negara lain ( produk tanaman hias ) kecuali jenis-jenis spesies bukan hybrid, mari bersama-sama majukan tanaman hias Indonesia, dan para pebisnis bidang ini bisa menggantungkan hidup untuk waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada manusia yang sempurna, Kesempurnaan hanya milik Dzat Pencipta. Saya mohon maaf apabila ada pihak yang dirugikan dengan pemikiran saya ini, Terima kasih anda meluangkan waktu untuk membaca ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-5019137251228265186?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/5019137251228265186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/mengalahkan-thailand-mungkinkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5019137251228265186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5019137251228265186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/mengalahkan-thailand-mungkinkah.html' title='MENGALAHKAN THAILAND, MUNGKINKAH ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-98150622887674435</id><published>2008-01-17T14:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T14:06:05.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>JENIS HIJAU BISA MENJADI WARNA MERAH ATAU HITAM?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada beberapa email yang menanyakan pertanyaan di atas, supaya lebih mudah di mengerti saya akan mengambil contoh sederhana. Pertanyaan tersebut sama dengan pertanyaan Apakah orang Negro bisa menjadi bule? Tidak ! kecuali operasi plastik. ( Bukan maksud bermakna SARA ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu teknologi saat ini belum mencapai hal itu, tetapi tidak menutup kemungkinan dimasa depan bukan hal mustahil dilakukan ( bukankah teknologi rekayasa genetika berkembang sangat pesat? ). Tapi yang harus anda ingat adalah Anthurium jenis hijau apabila kondisi sangat subur ( hara tercukupi atau lebih ) akan memunculkan warna merah samar pada pangkal batang tapi tidak bisa dimasukkan jenis merah kan ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jenis Anthurium warna bisa menjadi pudar dan kembali hijau karena berbagai sebab dalam perawatannya. Tapi warna yang dikandung sebelumnya bisa dimunculkan kembali, dengan perawatan dan penanganan yang tepat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, ada teman yang bertanya apakah Betadi*e atau D*ttol bisa mengobati Anthurium yang sakit? Akan saya jawab di sini sekalian karena jawaban yang pendek. Harap di perhatikan bahwa obat itu hanyalah Antiseptik, sementara penyakit pada Anthurium terdiri banyak penyebab di antaranya Jamur, serangga, bakteri, ulat, kurang unsur hara dll, jadi kenali dulu penyebabnya dan tangani dengan pengobatan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas emailnya, semoga berguna dan menjawab pertanyaan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-98150622887674435?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/98150622887674435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/jenis-hijau-bisa-menjadi-warna-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/98150622887674435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/98150622887674435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/jenis-hijau-bisa-menjadi-warna-merah.html' title='JENIS HIJAU BISA MENJADI WARNA MERAH ATAU HITAM?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-2234048773335349746</id><published>2008-01-17T13:57:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T18:36:49.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anthurium'/><title type='text'>DID YOU KNOW ? TAHUKAH ANDA ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Tahukah anda ? Dari seratus bibit jenmanii akan menghasilkan seratus karakter jenmanii yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? 70% jenmanii di Indonesia bukan jenmanii spesies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Bibit dari varian hybrid hanya sedikit yang mempunyai karakter seperti induknya. Bisa lebih banyak apabila disilangkan dengan jenis yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Anthurium Variegata alami paling banyak hanya 3-7 % jumlah bibit dari biji yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Waktu penyilangan/penyerbukan bantuan paling baik dilakukan antara jam 10 pagi – 2 siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Sebagian besar varian hybrid di Indonesia terjadi karena penyerbukan silang tidak di sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Sebagian besar breeder di Indonesia tidak mempunyai latar belakang ilmu tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? 15-20% Artikel dan pemberitaan tentang Anthurium di media cetak salah kaprah dan mengada-ada. Kepentingan pasar dan dikutip dari sumber yang salah menjadi penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Perlu buku yang sangat tebal untuk membuat katalog baku tentang nama seluruh Anthurium di Indonesia. Dengan kata lain “mustahil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda ? Ramalan bahwa suatu saat rumah bisa dibeli dengan daun sudah ada di jaman Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-2234048773335349746?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/2234048773335349746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/did-you-know-tahukah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2234048773335349746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2234048773335349746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/did-you-know-tahukah-anda.html' title='DID YOU KNOW ? TAHUKAH ANDA ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-6198116235515663652</id><published>2008-01-14T02:46:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T06:09:57.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>RAGAM USAHA DALAM BISNIS ANTHURIUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Untuk melengkapi posting saya “&lt;strong&gt;MENDIRIKAN NURSERY?&lt;/strong&gt;” mungkin perlu diketahui bagi para pemula (new comer) beberapa bidang dan jenis usaha dalam bisnis Tanaman Hias, yang terbagi beberapa bidang usaha antara lain : usaha pembenihan, pembibitan, pembesaran tanaman, retail tanaman, importir bahkan profesi broker / pialang tanaman dan usaha rental/penyewaan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Usaha Pembenihan ( Breeder )&lt;br /&gt;Di bidang ini dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu genetika dan budidaya tanaman yang memadai, karena dituntut untuk menghasilkan biji berkualitas yang otomatis berasal dari indukan sehat dan berkualitas, juga metode pembenihan, penyilangan yang benar yang dituntut untuk memunculkan inovasi dalam menghasilkan hybrid baru yang lebih unggul. Juga keuntungan yang didapat mutlak dihasilkan kuantitas/jumlah panen dari tongkol Anthurium. Modal yang dibutuhkan relatif besar karena harus memiliki tanaman induk dan lahan yang lebih luas dalam proses penyilangan dan pembenihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2.Usaha Pembibitan ( Seedler )&lt;br /&gt;Bidang ini relatif lebih aman dengan bergesernya trend yang cepat, dan keuntungan yang didapat juga relatif lebih cepat ( waktu yang dibutuhkan dari biji menjadi bibit 2 atau 3 daun ) dan para pelaku lebih bisa memilih jenis biji yang sedang booming atau trend harganya bagus.Lahan yang dibutuhkan juga tidak harus dengan sekala yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Usaha Pembesaran ( Grower )&lt;br /&gt;Kemampuan dan keterampilan pemeliharaan, perawatan tanaman dan jaringan pasar yang lebih luas. Dibidang ini kita dituntut untuk menyajikan tanaman yang prima dan terawat bagus, karena menjual tanaman yang dibutuhkan daya tarik keindahan dan penampilannya meliputi kesehatan, keindahan bentuk dan kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usaha Retail ( Retailer )&lt;br /&gt;Kemampuan marketing, wawasan dan pergaulan yang luas merupakan modal utama dibidang ini, pemilihan tempat usaha, aktif mengikuti pameran/event tanaman hias sebagai langkah promo yang efektif atau juga bisa melalui media cetak ataupun elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pialang Tanaman ( Broker )&lt;br /&gt;Disini modal uang tidak berpengaruh, yang dibutuhkan hanya pengetahuan tentang jenis, karakter dan kisaran harga yang fluktuatif terutama Anthurium. Harus tahu mana tanaman yang lebih laku dijual dan memberikan keuntungan, membaca peluang trend kedepan dan tentu saja pergaulan yang luas dan membangun kepercayaan dari breeder, seedler,grower dan retailer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Importir&lt;br /&gt;Menjadi seorang importir tanaman jelas dibutuhkan modal yang besar, relatif lebih minim resiko merugi karena jenis-jenis yang diimpor tentu saja yang sesuai dengan tren pasar yang sedang berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi masukan bagi pengunjung blog ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-6198116235515663652?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/6198116235515663652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/ragam-usaha-dalam-bisnis-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/6198116235515663652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/6198116235515663652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/ragam-usaha-dalam-bisnis-anthurium.html' title='RAGAM USAHA DALAM BISNIS ANTHURIUM'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-6047658412401202156</id><published>2008-01-10T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T22:14:37.619-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>MENDIRIKAN NURSERY ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seseorang dari Kalimantan mengirim sebuah email yang terasa aneh bagi saya, beliau bercerita bahwa usahanya dibidang kontraktor mengalami pailit dan rasanya sulit sekali untuk bangkit dan berhasil dibidang yang sama. Beliau mengatakan bahwa di Indonesia khususnya Kalimantan sekarang ini mulai ramai dunia tanaman hias, dan beliau merasa bahwa bisnis ini menjanjikan dan menguntungkan ( Anthurium ternyata sangat menggoda siapapun… ). Beliau bertanya bagaimana cara mendirikan nursery ? apa yang harus dilakukan dan di persiapkan ? Sedangkan saya sama sekali tidak tahu ilmu di bidang tanaman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email tersebut sudah saya balas, dan setelah saya berpikir kenapa tidak saya posting di blog ini ? Mungkin bisa bermanfaat bagi pengunjung lain yang juga mencintai atau hobby tanaman hias. Ini hanya pemikiran saja, kalau mungkin terasa menggurui saya mohon maaf, dan pasti masih banyak kekurangan pada pemikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam persiapan mendirikan nursery sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;strong&gt; Mencintai Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, inilah faktor yang paling penting ! Mengapa? Dengan anda mencintai tanaman otomatis anda lebih bisa memahami keindahan, daya tarik, dan karakter tanaman tersebut, anda juga akan lebih peka jika tanaman anda mengalami gangguan atau penyakit. Anda tidak punya latar belakang ilmu tanaman? Kenapa bingung? Seperti yang pernah saya sampaikan prinsip dasar berwirausaha “Kalau ingin makan sate kambing, tidak perlu beli kambingnya kan?” Ya, anda bisa bertanya, survey, mencari informasi dll, atau kalau anda ingin cepat carilah orang yang punya latar belakang pendidikan di bidang budidaya tanaman, rangkul dia menjadi rekan bisnis anda atau mungkin pegawai di nursery anda? Atau tempat konsultasi sewaktu-waktu ( freelance? ) Masih banyak langkah yang bisa ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;strong&gt; Kemampuan Manajerial dan Market Analist&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Nursery tak berbeda dengan perusahaan profesional di bidang lain, ada langkah pengembangan menyangkut manajemen, pemasaran, cabang, promo, iklan dan masih banyak lagi. Disinilah kemampuan manajerial diperlukan karena banyak faktor yang harus dilakukan dalam pengembangan nursery, Analisa pasar dengan sendirinya bisa diasah dengan proses jam terbang dan pengalaman, kapan harus menjual, kapan harus menahan, apa yang harus dipersiapkan untuk naik turunnya trend suatu tanaman dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Lahan yang cukup untuk Green House&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda harus punya lahan yang cukup luas untuk mendirikan green house, letak dan lingkungan juga harus diperhatikan karena Greenhouse yang ideal memerlukan Suhu, Kelembaban, Sirkulasi udara dan tentunya lebih baik kalau tempat anda strategis dan jauh dari sumber polusi yang merugikan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Jangan takut dengan Kompetitor yang lebih besar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menjual tanaman hias tentu lain dengan anda menjual sembako, tanaman satu dengan yang lain tidak mungkin sama persis pasti punya keindahan dan kelebihan tersendiri, Kalau masalah persaingan harga dan pelayanan konsumen, bisa dipelajari dari berbagai usaha jual beli yang lain karena prinsipnya sama. Yang penting raihlah kepercayaan dan kepuasan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Memperkuat Jaringan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jaringan disini yang dimaksud adalah komunitas, paguyuban,organisasi atau wadah yang lain yang tentu saja sangat penting sekali untuk tukar informasi, promosi, saling bantu dalam hal penyediaan barang, dan masih banyak lagi. Kompetitor tidak selamanya menjadi “musuh” yang merugikan. Ingat, sesuatu akan kelihatan bagus kalau ada sesuatu yang lain dibandingkan dan terlihat lebih jelek ! Selama persaingan sehat dan sportif mengapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;strong&gt;Mental dan Ketekunan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini tidak perlu saya uraikan panjang lebar karena pasti anda sudah tahu. Ya, jangan pernah takut rugi dan tetap tenang ketika pasar tidak menguntungkan buat anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa dijadikan masukan bagi para pencinta tanaman hias dan ingin mengembangkan diri di bisnis ini, Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan hal yang kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-6047658412401202156?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/6047658412401202156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/mendirikan-nursery.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/6047658412401202156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/6047658412401202156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/mendirikan-nursery.html' title='MENDIRIKAN NURSERY ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-846243962905059188</id><published>2008-01-06T23:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-06T23:47:08.009-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>AIR MEMATIKAN TONGKOL ANTHURIUM ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Banyak kasus terjadi pada tongkol anthurium, diantaranya layu, mengering, penyerbukan gagal ( kurang sempurna ), tangkai tongkol mengalami kebusukan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa penyebab dan  langkah-langkah yang harus dilakukan supaya tongkol tumbuh berkembang dengan baik dan pembuahan lebih maksimal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Memperbanyak unsur P pada komposisi pupuk / nutrisi tanaman, karena unsur ini merangsang pembungaan, pembuahan dan pembentukan biji. Jika unsur ini kurang, tongkol akan mengambil dari daun yang mengakibatkan daun rusak dan tunas baru tidak tumbuh optimal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2.Pada tongkol yang baru muncul atau baru mengeluarkan madu jangan sampai terkena air baik saat penyiraman ataupun terkena air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Untuk tongkol latihan ( pertama dan kedua ) sebaiknya dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Jangan lakukan penyilangan ketika keluarnya madu belum merata, dan serbuk sari juga harus berasal dari tongkol yang sehat dan berasal dari indukan berumur ( sebelumya sudah terdapat tongkol yang berhasil penyerbukan sendiri )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Sebaliknya ketika tongkol sudah mengalami penyerbukan sempurna, Anthurium anda memerlukan air lebih banyak ( penyiraman lebih sering ). Dan anda bisa menambah porsi pupuk kandang ( dari kotoran kambing ), Anthurium dewasa lebih tahan dari efek samping penggunaan pupuk kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Pastikan pot yang anda gunakan sesuai dengan besar tanaman ( semakin besar semakin baik ) agar akar bisa tumbuh menyebar dengan baik. Untuk jenis birdnest (wave,raffles dll) dan jenmanii gunakan pot yang berbentuk melebar, dan untuk varian hokeri, keris dll gunakan pot yang berbentuk ramping dan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Jika terjadi gangguan pada daun atau akar, jangan ragu untuk segera memotongnya dan lakukan tindakan pengobatan sesuai penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjawab pertanyaan dari beberapa hobiis yang masuk ke email saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-846243962905059188?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/846243962905059188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/air-mematikan-tongkol-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/846243962905059188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/846243962905059188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/air-mematikan-tongkol-anthurium.html' title='AIR MEMATIKAN TONGKOL ANTHURIUM ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-147109406069784727</id><published>2008-01-03T19:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T19:54:17.346-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>MERAWAT VARIGATA, SULITKAH ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Memiliki tanaman hias jenis varigata, merupakan kebanggaan dan kepuasan tersendiri apabila bisa tumbuh sehat dan optimal. Merawat jenis varigata khususnya Anthurium memang gampang-gampang susah, karena mengalami kekurangan klorofil/zat hijau daun dan sangat rentan sekali terkena gangguan sinar matahari langsung, lambatnya pertumbuhan, bentuk daun abnormal atau tidak simetris, apalagi jenis varigata yang warna putihnya dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman hias khususnya Anthurium jenis varigata :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.Hindari terkena sinar matahari langsung meskipun di pagi hari, lebih baik menggunakan paranet dengan prosentase diatas 75 %, karena daun sangat rentan sekali terhadap sinar matahari yang mengakibatkan daun kering dan layu terutama pada daun muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Minimkan pemberian nutrisi/pupuk/perangsang melalui penyemprotan ke daun, lebih baik pemberian nutrisi melalui akar melalui media tanam, penyemprotan pada daun hanya menggunakan air biasa dan hanya pengabutan secara berkala untuk menjaga kelembaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hindari pemakaian pupuk kandang, meskipun steril karena dengan adanya penyiraman pada media kemungkinan besar menimbulkan banyaknya bakteri atau jamur merugikan. Media tanam sebaiknya hanya terdiri pakis, kompos, dan pupuk slowrelease saja, hindari juga pemakaian cocopeat . lebih baik menggunakan arang pada sekitar akar tanaman untuk lebih optimalnya pertumbuhan akar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Hindari penggunaan obat pengkilap daun kimia, gunakanlah bahan alami misalnya : santan, susu segar atau air mineral kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Pisahkan jenis varigata dengan jenis biasa, untuk mencegah penularan gangguan jamur, cendawan atau bakteri merugikan. Sebaiknya anda punya ruang tersendiri untuk jenis-jenis varigata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan tanaman varigata anda tumbuh sehat dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-147109406069784727?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/147109406069784727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/merawat-varigata-sulitkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/147109406069784727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/147109406069784727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/merawat-varigata-sulitkah.html' title='MERAWAT VARIGATA, SULITKAH ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-7493494051729896195</id><published>2008-01-02T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T02:53:49.940-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>CARA MUDAH MENYEMAI BIJI ANTHURIUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa hobiis menanyakan cara tepat untuk menyemai biji-biji anthurium dan komposisi media tanam yang paling bagus, karena banyak yang mengeluh dengan banyaknya biji yang gagal tumbuh/semai atau mengalami kebusukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji-biji setelah panen dari tongkol sebaiknya langsung disemai, kalau anda ingin menyimpannya untuk proses penjualan sebaiknya dibiarkan biji masih terbungkus kulitnya ( jangan dipencet keluar dulu ). Karena beberapa varian hybrid diantaranya : Black Beauty, Black Selvet, Anthurium Hybrid ( silangan dari dua jenis ) sangat rentan sekali apabila biji tidak langsung disemai karena bisa mengakibatkan gagal tumbuh.&lt;br /&gt;Berikut tahap-tahap penyemaian biji-biji Anthurium yang sebenarnya cukup mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Keluarkan biji anthurium dari kulitnya, dan rendam dalam air hangat untuk beberapa saat untuk membersihkan lendir yang menempel. Lendir ini bisa menghambat pertumbuhan akar dari biji. Jadi sebaiknya pastikan biji harus bersih dari lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siapkan wadah/tempat penyemaian, anda bisa menggunakan toples, nampan, atau kotak mika ( wadah bening semakin baik ). Letakkan beberapa lembar lapis tissue diatasnya dan basahi dengan air ( jangan lupa diwadah semai bagian bawah dilubangi untuk mencegah tissue terlalu basah ( menggenang ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Letakkan biji satu persatu diatas tissue dengan jarak  1cm ( jarak disini tidak terlalu berpengaruh karena setelah menjadi kecambah, segera dipindah pada media tanam baru). Meletakkan biji sebaiknya menggunakan pinset, jangan menggunakan tangan kecuali tangan anda bersih, steril dan bebas keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tutup bagian atas tempat penyemaian dengan plastik bening atau kaca, usahakan ditutup dengan rapat hampa udara untuk memaksimalkan pertumbuhan kecambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah kurang lebih 10-15 hari biji-biji akan mulai tumbuh akar menjadi kecambah, siapkan media tanam baru dengan bahan pakis halus, bisa ditambahkan kompos atau cocopeat. Jangan menggunakan pupuk kandang karena rawan terjadi kebusukan pada akar tanaman. Pindahkan kecambah ke media tanam baru dengan jarak + 2 cm juga menggunakan pinset dan pastikan akar tertutup media tanam lalu siram dengan air untuk lebih memampatkan media tanam supaya  akar lebih kuat mencengkeram akar pakis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah tumbuh 2-3 daun lakukan repotting ( pindah ke pot satuan ) dan bibit akan optimal pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, dan yang perlu dicatat jangan menggunakan obat kimia perangsang daun atau akar, proses alami lebih baik dan sterilkan media tanam anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-7493494051729896195?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/7493494051729896195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/cara-mudah-menyemai-biji-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7493494051729896195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7493494051729896195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/cara-mudah-menyemai-biji-anthurium.html' title='CARA MUDAH MENYEMAI BIJI ANTHURIUM'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8369902804588716717</id><published>2008-01-02T23:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T23:28:16.484-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>APAKAH SATU TONGKOL BISA DIBUAHI BEBERAPA JENIS LAIN ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa email yang masuk banyak yang bertanya apakah satu tongkol bisa dibuahi beberapa jenis lain? Sebenarnya ilmu genetika tanaman tidak jauh dengan makhluk hidup lainya yaitu hewan ataupun manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkol Anthurium yang mengeluarkan madu ( sel betina ) yang siap dibuahi bisa dilakukan penyilangan dari serbuk (sel jantan ) dari tongkol lain dari beberapa jenis contoh : Tongkol Hokeri hijau yang mengeluarkan madu bisa diserbuki dari beberapa jenis hokeri merah, hitam, garuda, jenmanii ataupun jenis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perlu dicatat, anakan dari penyilangan ini hanya akan menghasilkan sifat dari dua jenis induknya. Mungkin anakan tersebut mengandung karakter hokeri hijau+merah, hokeri hijau+hitam, hok hijau+garuda, tetapi mustahil anakan tersebut mengandung 3 karakter atau lebih dari induknya. Jadi mustahil anda mendapatkan satu anakan yang mempunyai karakter hokeri hijau+jenmanii+garuda !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyilangan satu tongkol dengan beberapa varian, jarang dilakukan karena tujuan penyilangan adalah untuk memunculkan varian unggul dan berkarakter kuat dan hal ini harus disertai pencatatan detail tentang prosentase hasil yang yang sesuai keinginan kemudian disilangkan kembali dengan varian yang lebih bagus, dan hal ini membutuhkan proses lama dan ketelatenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya varian baru di Indonesia tapi sangat sulit untuk indentifikasi induknya, sering disebabkan banyak indukan dalam satu ruangan berdekatan yang kemungkinan besar terjadi penyerbukan tidak disengaja ( bisa karena binatang/serangga ataupun angin ) jadi proses penyilangan yang bagus harus melalui proses isolasi/karantina dan pencatatan yang detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjawab beberapa hobiis pemula Anthurium.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8369902804588716717?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8369902804588716717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/apakah-satu-tongkol-bisa-dibuahi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8369902804588716717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8369902804588716717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2008/01/apakah-satu-tongkol-bisa-dibuahi.html' title='APAKAH SATU TONGKOL BISA DIBUAHI BEBERAPA JENIS LAIN ?'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-7750081317921083101</id><published>2007-11-28T21:56:00.001-08:00</published><updated>2008-01-06T23:23:46.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsultasi'/><title type='text'>ANTISIPASI GANGGUAN ANTHURIUM DI MUSIM HUJAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gangguan pada tanaman hias khususnya Anthurium dimusim penghujan diantaranya busuk akar, gangguan jamur, cendawan, bakteri, busuk batang, busuk basah pada daun dan sebagainya, memerlukan tindakan dan perhatian lebih dalam perawatan tanaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah antisipasi dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjaga Anthurium agar tetap sehat dan indah di musim hujan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Gantilah media tanam yang lebih porous, air lebih mudah mengalir kebawah tidak sampai menggenang. Ini bisa dilakukan dengan mengurangi pemakaian pupuk kandang, kompos, atau pakis yang terlalu lembut. Pakis kasar lebih baik, anda juga bisa memberikan arang ( bisa menyimpan air, tanpa unsur hara, mengikat racun ) atau pecahan stereofoam/gabus pada bawah pot.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Jika anda tidak sempat mengganti media tanam, anda bisa membuat lubang pada permukaan samping pot, dengan jumlah secukupnya ( akar Anthurium juga memerlukan udara/oksigen ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Semprotkan obat anti jamur dan bakteri secara berkala kurang lebih seminggu sekali pada media tanam, daun, juga lingkungan sekitar tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Kurangi intensitas penyiraman, perhatikan kelancaran sirkulasi udara di sekitar tanaman, anda bisa memasang kipas angin untuk mengurangi kelembaban area sekitar. Kelembaban tanah dan udara terasa pengap memancing datangnya berbagai jenis jamur dan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Seringlah menjemur Anthurium anda di pagi hari antara jam 8 - 10 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Jika salah satu Anthurium anda mengalami gangguan, segera pisahkan dengan tanaman yang lain. Segera potong/amputasi daun yang menguning atau terdapat bercak jamur atau cendawan. Penularan dan penyebaran penyakit Anthurium di musim hujan cepat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi anda yang sangat mencintai Anthurium atau tanaman hias lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-7750081317921083101?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/7750081317921083101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/antisipasi-gangguan-anthurium-di-musim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7750081317921083101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/7750081317921083101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/antisipasi-gangguan-anthurium-di-musim.html' title='ANTISIPASI GANGGUAN ANTHURIUM DI MUSIM HUJAN'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-5597526367336058212</id><published>2007-11-28T21:26:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T03:39:07.560-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='unsur pupuk'/><title type='text'>FUNGSI UNSUR HARA MAKRO (N-P-K)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TUlBKQdpjXI/AAAAAAAACVo/YsHnsepI8EQ/s1600/npk.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TUlBKQdpjXI/AAAAAAAACVo/YsHnsepI8EQ/s200/npk.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569054058694151538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nitrogen ( N )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan&lt;br /&gt;-Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri&lt;br /&gt;-Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman&lt;br /&gt;-Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun&lt;br /&gt;-Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fosfor ( P )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman&lt;br /&gt;-Merangsang pembungaan dan pembuahan&lt;br /&gt;-Merangsang pertumbuhan akar&lt;br /&gt;-Merangsang pembentukan biji&lt;br /&gt;-Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel&lt;br /&gt;-Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalium ( K )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.&lt;br /&gt;-Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit&lt;br /&gt;-Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berguna bagi anda semua para pencinta tanaman hias.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-5597526367336058212?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/5597526367336058212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/fungsi-unsur-hara-makro-n-p-k.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5597526367336058212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5597526367336058212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/fungsi-unsur-hara-makro-n-p-k.html' title='FUNGSI UNSUR HARA MAKRO (N-P-K)'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PABxKJnXrik/TUlBKQdpjXI/AAAAAAAACVo/YsHnsepI8EQ/s72-c/npk.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4606563427640392241</id><published>2007-11-24T11:34:00.000-08:00</published><updated>2007-11-24T11:50:06.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trick'/><title type='text'>MEN-STERIL-KAN MEDIA TANAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Media tanam Anthurium sebagian besar adalah akar pakis, juga ada bahan lain yang digunakan untuk campuran antara lain sekam bakar, kompos, pupuk kandang dan cocopeat.&lt;br /&gt;Tetapi seringkali para hobiis yang mungkin dengan terbatasnya waktu dan pengetahuan tentang anthurium, tidak men-sterilkan-media tanam dulu sebelum digunakan. Dan berakibat munculnya jamur/fungi yang menyebabkan kebusukan akar.&lt;br /&gt;Cara untuk membuat steril media tanam sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan proses pemanasan dengan oven atau bisa juga di-sangrai sampai kandungan air pada pakis habis/kering. terutama pada pakis muda ( dipasaran pakis yang berumur tua/memenuhi syarat mulai langka ).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Rendam atau semprot pakis dengan fungisida/anti jamur dan biarkan/di angin-anginkan selama kurang lebih 2-3 jam.&lt;br /&gt;3. Lalu jemur di bawah terik matahari selama kurang lebih 3-5 jam. Perhatikan pakis harus di aduk beberapa kali agar penyinaran merata dan sampai kering semuanya.&lt;br /&gt;4. Pakis siap dan aman untuk digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, semoga bisa berguna bagi para hobiis ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4606563427640392241?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4606563427640392241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/men-steril-kan-media-tanam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4606563427640392241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4606563427640392241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/men-steril-kan-media-tanam.html' title='MEN-STERIL-KAN MEDIA TANAM'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-5338784503443968366</id><published>2007-11-24T11:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T21:55:18.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='varian warna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>MENJAGA KETAJAMAN WARNA ANTHURIUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seringkali para hobiis anthurium mengeluh karena Anthurium berwarna yang mereka miliki menjadi pudar, bukan malah semakin tajam malah perlahan-lahan kembali ke warna hijau. Tentu saja akan mengurangi keindahan sekaligus nilai jualnya. Sebenarnya bukan hal yang sulit dilakukan, bila anda tahu tips-tipsnya ! Berikut ini apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga ketajaman warna pada Anthurium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ini merupakan cara yang paling penting. Jemur Anthurium anda di bawah sinar matahari pagi antara jam 8-9 selama kurang lebih 0,5 - 1 jam. Jangan terhalang paranet atau apapun. Ini berguna untuk menjaga pigmen warna pada Anthurium anda.&lt;br /&gt;2. Jaga kelembaban pada sekitar tanaman. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain, lakukan pengabutan pada daun secara berkala terutama ketika suhu sangat panas/terik matahari di siang hari. Bisa juga ditaruh pancuran air ( banyak tersedia di supermarket ) atau di buat kolam di bawah tanaman anda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3.Berikan arang pada atas media. Ini bukan berarti warna arang yang hitam bisa membuat Anthurium anda berwarna hitam ! Arang lebih berfungsi untuk mengikat karbon di udara yang dengan sendirinya membantu proses fotosintesa Anthurium anda. Atau bisa diberi sedikit tembakau untuk mencegah jamur atau cendawan yang bisa menggangu tanaman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba dan semoga bermanfaat !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-5338784503443968366?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/5338784503443968366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/menjaga-ketajaman-warna-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5338784503443968366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/5338784503443968366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/menjaga-ketajaman-warna-anthurium.html' title='MENJAGA KETAJAMAN WARNA ANTHURIUM'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-3543006652300565573</id><published>2007-11-17T07:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T07:26:13.357-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengobatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>MENGATASI BUSUK AKAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Anthurium yang mengalami busuk akar biasanya ditandai dengan daun yang terlihat kurang sehat dan menguning, pertumbuhan yang lambat/berhenti, lamanya kemunculan tunas daun baru.Bisa disebabkan karena media terlalu basah ( terlalu banyak disiram dan media kurang porous ). Yang harus dilakukan jika anda mengalaminya sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bongkar tanaman dari media ( media lama jangan dipakai lagi ). Bersihkan akar dengan air hangat sampai bersih dari media yang melekat. Potong dengan pisau/gunting steril bagian akar yang busuk tanpa tersisa bekas yang busuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Rendam sebatas akar dalam larutan fungisida/anti jamur selama kurang lebih 1 jam,lalu di angin-anginkan selama beberapa saat. atau bisa jika ingin cepat, pada luka bekas potongan dioleskan fungisida atau bisa juga kapur sirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isi pot dengan media tanam yang benar-benar baru dan steril ( direndam fungisida kemudian dikeringkan dengan dijemur dibawah terik sinar matahari ) lalu tanaman anda siap ditanam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-3543006652300565573?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/3543006652300565573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/mengatasi-busuk-akar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/3543006652300565573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/3543006652300565573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/mengatasi-busuk-akar.html' title='MENGATASI BUSUK AKAR'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-1875408358571283284</id><published>2007-11-16T04:33:00.001-08:00</published><updated>2008-01-09T20:02:38.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anthurium'/><title type='text'>4 FAKTOR UTAMA PERAWATAN ANTHURIUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelum anda memelihara Anthurium, sebaiknya anda memahami karakter Anthurium untuk bisa tumbuh optimal. Perawatan Anthurium sebenarnya relatif mudah, sifatnya yang bisa hidup di ruangan/indoor yang minim cahaya dan daun tanaman ini juga tahan lama tidak cepat layu. Meski demikian anda harus memahami beberapa faktor penting dalam merawat Anthurium, setelah itu baru mempelajari syarat tumbuh seperti media tanam, unsur hara, pot, atau perawatan tongkol.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa faktor utama dalam pemeliharaan anthurium :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Sinar Matahari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di alam habitat aslinya Anthurium hidup dibawah naungan pohon yang rindang, teduh hanya mendapat sinar matahari sekitar 25 % untuk proses fotosintesis, jika mendapat sinar matahari langsung akan menyebabkan daun terbakar (sunburn) menjadi kering coklat dan layu. Idealnya digunakan paranet 75 % untuk meredam sinar matahari. Jika mungkin dengan keterbatasan lahan, anthurium dimasukkan dalam ruangan ataupun teras pastikan Anthurium tetap mendapatkan cahaya dengan cara menjemur di pagi hari seminggu sekali, atau memasang lampu fluorescent untuk membantu proses fotosintesis. Kekurangan sinar matahari juga mengakibatkan daun pucat dan kusam terkesan kurang sehat. Memang beberapa jenis Anthurium ada yang lebih tahan sinar matahari diantaranya jenis Gelombang Cinta atau varian hitam, tetapi juga tak lebih dari 35 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.Suhu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk tumbuh optimal Anthurium membutuhkan suhu antara 15-29 derajat Celcius, karena produksi klorofil lebih banyak yang membuat daun lebih hijau dan mengkilap, jika suhu lebih dari ini daun akan terlihat pucat dan pudar. Anda bisa memasang alat pengukur suhu di area sekitar tanaman supaya bisa mengontrol dan melakukan langkah antisipasinya misalnya pengabutan pada daun dan media tanam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3.Kelembaban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anthurium adalah tanaman yang sangat membutuhkan air, idealnya kelembaban berkisar dari 75-90%, bila kurang dari ini ( kering ) akan mengakibatkan daun keriput dan menguning. Sebaliknya jika kelembaban berlebih akan memunculkan penyakit terutama cendawan yang mengakibatkan kebusukan akar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4.Sirkulasi Udara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anthurium membutuhkan sirkulasi udara yang baik, jika sirkulasi udara kurang akan menyebabkan banyak penyakit terutama jamur dan unsur hara tidak terserap secara maksimal dan akan berakibat lambatnya pertumbuhan Anthurium atau daun menjadi kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati Anthurium yang Eksotis…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-1875408358571283284?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/1875408358571283284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/eeeeeeeeeee-wwwww.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/1875408358571283284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/1875408358571283284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/eeeeeeeeeee-wwwww.html' title='4 FAKTOR UTAMA PERAWATAN ANTHURIUM'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-4885270883850279110</id><published>2007-11-15T05:41:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T10:27:19.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>MENCEGAH KERUSAKAN PADA DAUN MUDA :</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak para pemula/hobiis bertanya tentang pengobatan dan pencegahan kerusakan pada daun muda yang tidak bisa tumbuh optimal/cacat bentuk. Pada umumnya kerusakan pada daun muda disebabkan gangguan serangga, ulat, kutu kecil yang memakan daun muda yang masih lunak/rentan. Berikut ini ada tips pencegahan yang bisa dilakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Semprotlah dengan larutan&lt;strong&gt; insektisida&lt;/strong&gt; dalam dosis rendah ( jangan terlalu sering )&lt;br /&gt;2. Ada juga Cara Alami  dengan disemprot &lt;strong&gt;Larutan Daun Sambiloto&lt;/strong&gt; ( ditumbuk, direndam, dan diambil airnya )&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Kebersihan lingkungan sekitar tanaman harus dijaga lebih baik kalau dalam ruangan / GreenHouse tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, Selamat mencoba.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-4885270883850279110?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/4885270883850279110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/mencegah-kerusakan-pada-daun-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4885270883850279110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/4885270883850279110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/mencegah-kerusakan-pada-daun-muda.html' title='MENCEGAH KERUSAKAN PADA DAUN MUDA :'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-8155143412989055333</id><published>2007-11-14T13:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T03:01:59.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisa'/><title type='text'>TREND PASAR YANG MEMBINGUNGKAN !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pasca Lebaran, banyak para pemain dalam bisnis Anthurium merasa resah, khawatir, takut bermain, banyak para penjual ataupun para pemula bertanya-tanya karena melihat pasar yang lesu, jual beli yang menurun, banyak event-event diadakan dengan promo besar tapi berkebalikan dengan animo masyarakat di rasakan mulai berkurang. Ada beberapa sebab yang melatarbelakangi gejala ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;1. Trauma Gelombang Cinta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Ramadhan yang lalu, trend Anthurium Gelombang cinta yang meledak tak terduga, kenaikan yang hampir mencapai 300% bahkan untuk ukuran indukan bisa mencapai kenaikan 10x lipat. Tiba-tiba trend menurun drastis, harga jatuh dalam sekejap, harga biji yang semula mencapai Rp 25ribu turun sampai ke titik Rp 3ribu ! Banyak yang mengalami kerugian besar saat itu, tapi banyak pula pemain besar merasakan untung yang luar biasa dengan fenomena tsb.&lt;span class="fullpost"&gt; Bahkan tulisan saya yang berjudul “GELOMBANG CINTA MERANA LAGI” di Langitlangit.com menuai banyak protes dan hujatan, Posting saya langsung mencapai puncak “TOP RESPONSE”. Tapi pada akhirnya banyak yang terdiam dengan fakta yang sesuai dengan prediksi saya sebelumnya.  Ya ! fenomena Gelombang Cinta banyak membuat mental para pebisnis Anthurium DROP !&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;2. Strategi Wait and See&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman naik turun harga Gelombang cinta bagaikan JetCoaster, mayoritas para pemain lebih berhati-hati dalam berspekulasi dalam jual beli Anthurium, berita-berita atau isu tentang varian yang akan booming gencar dilakukan oleh media, tapi berhubung mental sudah jatuh, mereka hanya menunggu dan melihat realita dilapangan, justru inilah saat yang tepat bagi para pemodal besar membeli dari bibit sampai indukan dalam jumlah besar. Karena mereka punya modal besar dan tidak butuh sirkulasi cepat, banyak mereka menahan dan menyembunyikan banyak Anthurium untuk membuat kelangkaan di pasaran. Dan sekali lagi para pemain kecil kebingungan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;3. Ketika Jenmanii Tak Pernah Ingkar Janji&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Gelombang Cinta booming, arus jual beli Jenmanii seolah-olah berhenti, banyak para pemain menjual Jenmanii dengan harga dibawah standard untuk digunakan bermain Gelombang Cinta, berharap sirkulasi keuntungan yang cepat. Sekali lagi para pemain besar dengan mudah mengumpulkan Varian Jenmanii dalam jumlah banyak, untuk diorbitkan lagi setelah era Gelombang berakhir, Jenmanii semakin mahal tak terkejar, belum lagi sangat sulit menemui bibit dalam jumlah besar dipasaran. Biji jenmanii mencapai Rp 200ribu, pokoknya jenmanii disikat saja ! Bahkan memunculkan maraknya penipuan bibit jenmanii dengan bibit Anthurium Golok. Siapa yang untung lagi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;4. Para Importir dan Banyak munculnya Varian baru&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para importir besar yang banyak mendatangkan varian baru dari Thailand, Ekuador, Amerika Selatan dll. Menawarkan Varian baru yang masih jarang ditemui dengan harga murah, memunculkan trend dan minat pasar yang sangat cepat berubah, membuat para petani khawatir dengan naik turunnya harga, segera menjual dengan harga lebih miring khawatir dengan kerugian yang lebih besar, para pemula yang bingung dengan banyaknya jenis Anthurium, mulai setengah hati dalam memburu Anthurium dan berimbas pada kelesuan pasar, jumlah pembeli/peminat terbesar adalah para hobiis dan pemula. Siapa yang rugi? Akankah jadi Bumerang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terserah anda… Ini sekedar masukan, terserah mau anda pakai atau tidak… Bermainlah pada Jenis Jenmanii yang tak pernah ingkar janji, atau jenis warna-warni karena warna sekedar “hijau” sudah banyak sekali !  Dan tinggal tunggu&lt;strong&gt; FAKTANYA&lt;/strong&gt; !!!&lt;br /&gt;Mau dibilang Provokasi, silahkan….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-8155143412989055333?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/8155143412989055333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/trend-pasar-yang-membingungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8155143412989055333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/8155143412989055333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/trend-pasar-yang-membingungkan.html' title='TREND PASAR YANG MEMBINGUNGKAN !'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-2858793594039929547</id><published>2007-11-14T03:36:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T10:18:44.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trick'/><title type='text'>MERAIH SUKSES DALAM DUNIA ANTHURIUM :</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada beberapa langkah dan strategi yang harus dilakukan untuk menjadi sukses dan besar dalam dunia Anthurium yang sangat sulit di prediksi trend dan perkembangannya. Laju bisnis Anthurium sudah mempengaruhi banyak aspek dalam dunia perekonomian di Indonesia, banyak Bos / Pemodal besar mulai ikut bermain dalam jual beli emas hijau ini, tapi jangan pesimis atau takut untuk terjun dalam bisnis ini, semua tergantung kemauan, tekad dan pemikiran kita ke depan. Beberapa langkah yang harus di perhatikan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;1. Modal Besar-Jaringan Besar-Nama Besar = Kuasai Pasar !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan langkah instant jika anda mempunyai salah satu poin di atas, anda akan sangat mudah sekali menguasai pasar, mengatur ritme tren dan harga yang bisa anda buat dengan kekuatan jaringan anda yang mempunyai visi dan tujuan sama. Tapi tidak semuanya mempunyai salah satunya kan? Untuk itu jangan khawatir ada banyak kiat bagi para pemula atau pemain kecil juga meraih sukses dalam bisnis ini..!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;2.  Kuasai dulu ilmu tentang Anthurium&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih kepercayaan dari para konsumen/pembeli kita harus bisa menjawab, memberi tips, konsultasi, dan juga cara pemeliharaan dan perawatan juga penanggulangan penyakit/gangguan pada tanaman Anthurium. Kuasai ilmunya dari bertanya, survey, berdiskusi, membaca buku/majalah, update informasi terbaru lewat internet dan belajar dari pengalaman sendiri tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Mau menjadi yang mana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam bisnis ini terdiri dari banyak golongan dan elemen, ada petani/breeder, broker/makelar, importer, spekulan cepat, dan pemain besar/mafia harga. Tergantung pilihan anda mau jadi yang mana? Tapi anda harus bertanya pada diri anda sendiri, bisakah anda melakukannya? Untuk itu anda harus mengenali dan memahami batas skill/kemampuan anda, golongan mana yang sesuai dengan karakter dan modal yang kita punya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan terpengaruh dengan pasar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Trend pasar Anthurium yang sangat sulit diprediksi sering membingungkan dan banyak memakan korban para pemula yang hanya ikut-ikutan ingin merasakan untung dalam bisnis ini, mereka selalu panik dengan trend dan naik turun harga Anthurium. Kita harus bisa menganalisa dan mempersiapkan boom pasar kedepan, caranya? Survey atau sering-sering diskusi atau bertanya pada pemain besar, kita bisa menganalisa dengan melihat, mendengar, dan menebak jenis apa yang akan diorbitkan di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Jangan terpengaruh Propaganda Media :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa jumlah majalah baru yang muncul yang mengangkat Anthurium, dengan isi yang “ala kadarnya” , mempromosikan para penyedia/penjual Anthurium. Mereka hanya sekedar menulis berita/artikel sekenanya untuk membuat halaman penuh, contohnya saya alami sendiri, banyak foto dan artikel yang saya tulis dalam beberapa situs, mereka muat ulang dengan mengatasnamakan orang lain. Padahal tanaman itu masih dalam proses penjualan ! Jangan membeli majalah/tabloid yang kurang punya kredibilitas, pilihlah majalah yang sudah punya reputasi baik dan sudah beredar lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mental Baja dan Prinsip Dasar Berbisnis :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini yang sebenarnya merupakan bekal paling penting sebelum kita memutuskan untuk terjun dalam dunia bisnis/wirausaha ( bukan PEJABAT atau PNS …). Orang-orang besar dan sukses pasti mempunyai mental dan tekad besar dalam berusaha, tidak ada namanya takut rugi, meratapi kesalahan jika usahanya mengalami kebangkrutan, dan selalu punya kekuatan dan pemikiran ekstra untuk kembali bangkit. Prinsip kita berbisnis/bekerja adalah&lt;strong&gt; "Jangan bekerja untuk uang, tapi buatlah uang bekerja untuk kita"d&lt;/strong&gt;an&lt;strong&gt;"Kalau ingin makan Sate Kambing, tidak harus beli Kambingnya kan?”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi masukan yang bermanfaat !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-2858793594039929547?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/2858793594039929547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/meraih-sukses-dalam-dunia-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2858793594039929547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/2858793594039929547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/meraih-sukses-dalam-dunia-anthurium.html' title='MERAIH SUKSES DALAM DUNIA ANTHURIUM :'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-809895727438551885</id><published>2007-11-14T02:27:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T10:20:59.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>MERAWAT ANTHURIUM :</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;1. Media tanam&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Media tanam untuk Anthurium berbeda-beda untuk masing-masing wilayah dengan iklim, suhu dan kelembaban juga kondisi bangunan dan penataan tanaman pada Green house ( bahan atap dan paranet ). Kami menggunakan campuran Akar Pakis ( kasar di bawah, lebih halus ke atas ) + Kompos ( dari bahan daun mahoni  ) + Pupuk Kandang ( kotoran kambing ) + Sekam Bakar dengan perbandingan 3 : 1 : 1 :1. Untuk ukuran bibit bisa ditambahkan Cocopeat ( serabut kelapa ) untuk lebih menahan kandungan air tapi juga butuh perhatian khusus karena sering menggumpal yang mengakibatkan pertumbuhan akar kurang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pupuk / Nutrisi Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi yang diberikan untuk ukuran bibit dan remaja harus diperhatikan unsur N dari pada P dan K dengan kandungan C/N ratio lebih dari 10%. Untuk lebih memacu pertumbuhan akar dan daun bisa menggunakan pupuk Slowrelease ( banyak tersedia dipasaran ) bisa juga pupuk kemasan cair ( penggunaan dicampur dengan air pada penyiraman ). Berbeda untuk Anthurium bertongkol yang harus diperhatikan bahwa nutrisi untuk akar dan daun mulai dikurangi, yang harus dipacu adalah pertumbuhan tongkol menggunakan pupuk dengan unsur P dan K lebih tinggi dengan kandungan C/N rasio kurang dari 6%. Jadi kita harus memilih prioritas untuk memacu daun atau merangsang dan memacu pertumbuhan tongkol.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Menyiasati Tongkol  pada Anthurium&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk dua tongkol pertama dan kedua ( tongkol latihan ) sebaiknya dipotong karena pasti penyerbukan kurang berhasil bahkan gagal sama sekali, baru mulai tongkol ketiga harus diperhatikan penyerbukan dengan dibantu dengan usapan kuas atau tangan apabila muncul serbuk sari pada tongkol. Untuk tujuan penyilangan harus dipilih karakter yang bagus dan karakter mana yang mau diambil dari induk pejantan dan betinanya. Hal ini tidak bisa secara instant menghasilkan varian baru yang berkualitas, harus banyak dilakukan eksperimen disertai pencatatan detail untuk prosentase dari bibit yang karakternya sesuai yang diinginkan. Harus diperhatikan dalam 1 indukan tidak boleh ada tongkol terlalu banyak, karena akan mengurangi nutrisi pada tongkol yang menyebabkan kualitas biji kurang bagus dan pertumbuhan tongkol pun terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Penyakit / Hama pada Anthurium&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyakit pada tanaman Anthurium disebabkan oleh jamur, ulat, bakteri, suhu yang terlalu panas, terlalu lembab, atau terkena sinar matahari langsung. Penanganan penyakit harus tepat, harus dikenali terlebih dulu penyebabnya apakah jamur, bakteri, ulat/ hama kecil lainnya, atau busuk akar yang di akibatkan media tanam terlalu lembab atau kurang steril, baru digunakan obat yang sesuai yang banyak terdapat di pasaran. Harus diperhatikan juga sirkulasi udara, intensitas sinar matahari dan kebersihan lingkungan dari Green House yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.   Merawat dan mengkilapkan daun Anthurium&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak sekali bahan pengkilap yang digunakan untuk daun anthurium. Kami menggunakan air dan kapas halus untuk pengelapan rutin, dan seminggu sekali kami menggunakan susu sapi segar untuk lebih menajamkan warna daun. Anda juga bisa memakai santan kemasan yang banyak tersedia di supermarket ataupun santan buatan sendiri. Hindari penggunaan minyak dengan jumlah dan intensitas terlalu sering. Hal ini bisa mengakibatkan daun menguning dikarenakan titik-titik minyak membentuk titik fokus/api ( seperti pada lup atau lensa ) yang mengakibatkan sinar matahari memfokus pada titik yang semakin panas yang dapat menyebabkan daun terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap diperhatikan penanganan dan perawatan Anthurium berbeda untuk masing-masing wilayah sesuai dengan ketinggian, suhu dan iklim yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-809895727438551885?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/809895727438551885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/merawat-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/809895727438551885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/809895727438551885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/merawat-anthurium.html' title='MERAWAT ANTHURIUM :'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1242438022474059427.post-1465160599026900326</id><published>2007-11-14T01:52:00.001-08:00</published><updated>2007-11-16T10:22:33.149-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>BERBURU ANTHURIUM VIA INTERNET :</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjamurnya Nursery-nursery dadakan yang menjamur di beberapa wilayah Indonesia yang menjual Anthurium, mengakibatkan meningkatnya juga situs-situs baru yang muncul. Entah berapa jumlahnya nursery yang membuat Blog di Blogger ataupun Wordpress ( saya sendiri Blogger juga sih ), bahkan baru punya beberapa koleksi saja sudah berani mendirikan web/blog yang siap melayani pemesanan dalam jumlah banyak, yang menyedihkan saya alami, banyak foto-foto yang dulu pernah terpasang di blog saya, banyak dimuat ulang sebagai tampilan utama untuk menarik minat pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi banyaknya iklan yang berdesak-desakan tentang Anthurium, perebutan tempat teratas di Search Engine seperti Google, Yahoo, MSN dll, membuat persaingan semakin ramai dan ketat. Hal ini mengakibatkan banyaknya konsumen yang mengeluh dengan penipuan jenis ataupun transaksi yang tidak sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk lebih berhati-hati dan bertransaksi aman via Internet :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu mengikuti &lt;strong&gt;update&lt;/strong&gt; beberapa situs penyedia Anthurium, apakah selalu update atau hanya memasang gambar/foto menarik saja untuk menarik pembeli, perhatikan seberapa banyak situs tersebut mempunyai stock baik bibit, remaja, maupun indukan. Masalahnya banyak broker/makelar yang mendirikan situs tetapi hanya menjajakan dagangan orang lain atau petani yang belum online, banyak transaksi yang mengecewakan/gagal karena barang sudah laku tetapi pihak broker terlambat tahu.&lt;span&gt; Akhirnya banyak keberadaan barang yang tidak jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Survey&lt;/strong&gt; dulu ke lokasi dengan datang sendiri atau menyuruh kenalan/teman yang dekat dengan lokasi Nursery yang anda tuju. Pahami karakter pemilik Nursery apakah hanya sekedar jual saja, atau memang punya pengetahuan yang bagus tentang Anthurium, banyak kasus yang terjadi pihak penjual memberi nama dagangannya seenaknya sendiri, tidak tahu menahu tentang pakem pembedaan karakter jenis yang banyak sekali tentang Anthurium. Banyak juga yang suka mengoplos bibit/biji, memotong bonggol, atau menipu jenis untuk keuntungan yang jauh lebih besar.&lt;br /&gt;3. Waspada dengan&lt;strong&gt; bahasa iklan&lt;/strong&gt; yang menyesatkan, hati-hati dengan kata-kata terlaris, terpopuler, situs pelopor, atau menjual jenis-jenis langka dalam jumlah banyak dan terus menerus. Mengenali bahasa “penjual jamu” yang menggoda dan menggiring kita untuk bertransaksi, tapi realitanya ( sudah saya buktikan sendiri ) banyak mengoplos bibit dan biji. Belum lagi banyaknya penjiplakan ide atau tampilan dalam iklan atau web mereka.&lt;br /&gt;4. Lihat peringkat Rating Page Rank, Traffic Kunjungan, Peringkat situs dll. Misalnya Alexa.com , Google, Technorati, Page Rank Info, TopBlog dan masih banyak lagi. Anda bisa mengambil kesimpulan sendiri. Ada yang bilang situs terpopuler, terlaris, kirim terus, menggebrak Jakarta, luar pulau dan luar negeri tetapi kenyataannya sama sekali tidak sesuai.&lt;strong&gt;Masih mau dijadikan anak kecil?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, dan sekali lagi waspada dengan nama-nama indah, unik, baru yang aneh-aneh, atau anda menyesal kemudian ? Slogan-slogan menyesatkan, bahasa yang terlalu bagus dan menggoda. Contohnya? “Mau mendapatkan 300 Dolar dalam sehari?” “Cepat Kaya sedikit Kerja!” “Rahasia Membobol ATM Hasilkan Jutaan tiap harinya !” “Buruan, nanti kehabisan !&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;” Mau dikemanakan Indonesia? Apa kata dunia?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1242438022474059427-1465160599026900326?l=old.denidi.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://old.denidi.com/feeds/1465160599026900326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/berburu-anthurium-via-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/1465160599026900326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1242438022474059427/posts/default/1465160599026900326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://old.denidi.com/2007/11/berburu-anthurium-via-internet.html' title='BERBURU ANTHURIUM VIA INTERNET :'/><author><name>DENI KURNIAWAN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
