Nagreg Budi Dayakan Buah Naga

Sejumlah warga di Kec. Nagreg, Kab. Bandung, sejak tiga hingga empat tahun terakhir ini mengembangkan budi daya buah naga. Di Kec. Nagreg, baru terdapat 32.000 pohon yang tersebar di 6 hektare lahan di Desa Citaman.

"Budi daya buah naga di Desa Citaman dinilai cukup menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi warga setempat. Pasalnya, harga buah naga di pasar Jakarta dan Bandung bisa mencapai Rp 20.000-Rp 30.000/kg," kata Sekretaris Kec. Nagreg, Drs. Ika Nugraha kepada "GM" di Nagreg, Rabu (20/4).

Menurutnya, budi daya buah naga yang dikembangkan di Desa Citaman diharapkan bisa diikuti sejumlah warga lainnya di Kec. Nagreg. "Apalagi saat ini, Nagreg sudah identik dengan buah naga saat ada kunjungan pejabat. Bahkan, sempat dibicarakan Bupati Bandung. Itulah yang menjadi kebanggaan dari sisi pertanian di Nagreg, selain jagung dan lainnya," kata Ika.

Ia menjelaskan, produksi buah naga asal Desa Citaman bisa mencapai 1-2 ton/bulan. Hasil panen dipasarkan ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan lain-nya. "Permintaan pasar akan kebutuhan buah naga belum terpenuhi. Sehingga, ada peluang pasar bagi para petani untuk mengembangkan usaha yang sama," katanya.

Ia mengungkapkan, Bupati Bandung berharap pengembangan budi daya buah naga juga dilakukan warga lain di luar Nagreg, sebab dapat meningkatkan ekonomi warga. "Petani berharap pertanian buah naga dilakukan secara plasma atau menularkan dengan melakukan kegiatan yang sama di tempat lain," harapnya.

Ketika ditanya kenapa budi daya buah naga bisa dikembangkan di Nagreg yang notabene lahan kering dan kritis, ia menjelaskan, wilayahnya memiliki kesuburan tanah yang cocok untuk pertanian buah naga. "Kemungkinan kelembaban udara di Nagreg selalu basah dan dingin. Sehingga, sangat cocok untuk pertanian buah naga. Kondisi alam seperti itu sangat cocok untuk buah naga," ujarnya.

Selain itu, katanya, lokasi penanaman buah naga berada pada sumber mata air. Karena, buah naga membutuhkan banyak air. "Jadi harus selalu disiram," tuturnya

Dikatakan, buah naga memiliki kualitas yang super istimewa untuk kesehatan tubuh manusia, yaitu jenis super red yang warnanya keungu-unguan. Jenis ini merupakan yang cukup bagus. Konsumen yang sudah tahu khasiatnya pasti akan memburunya. "Rasanya enak. Khasiatnya untuk kesehatan badan dan katanya bisa menurunkan kolesterol," ungkapnya.

Berita dari www.klik-galamedia.com
0 Comments | Read More→

Khasiat Buah Naga : Menguatkan Fungsi Ginjal

Buah Naga yang kaya serat, vitamin, dan mineral ini mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, mengurangi tekanan emosi, dan menetralkan racun dalam darah.

Buah naga memiliki penampilan sangat unik dan menarik. Ukurannya sebesar mangga gedong gincu, dengan warna merah menyala. Kulitnya seperti sisik ular besar (naga), tetapi bukan karena itu buah ini dikenal sebagai dragon fruit. Rasanya manis segar dan sedikit asam.

Ada yang mengaitkannya dengan mitos mampu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Akhir-akhir ini tanaman buah tersebut juga mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbuah yang ditanam di dalam pot.

Kaya Serat
Kandungan serat pada buah naga sangat baik, mencapai 0,7-0,9 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.

Selain untuk mencegah kolesterol, kandungan serat pada buah naga juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Sementara itu, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik. Berkat transit time yang pendek, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga semakin pendek, sehingga kesempatan membahayakan tubuh semakin kecil (Goldberg, 1994).

Serat pangan sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Sayangnya, konsumsi serat di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram per orang per hari. Padahal, konsumsi serat pangan yang dianjurkan adalah 20-30 gram per orang per hari.

Buah naga terkenal sebagai salah satu sumber betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya.

Diperkirakan setiap 6 mikrogram betakaroten mempunyai aktivitas biologis setara dengan 1 mikrogram retinol. Kelompok FAO-WHO telah menghitung bahwa hanya separuh dari betakaroten yang terserap yang akan diubah menjadi vitamin A. Kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaatkan oleh tubuh.

Betakaroten juga merupakan jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya untuk menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.

Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.
Turunkan Kolesterol
Menurut Al Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, buah naga sangat baik untuk sistem peredaran darah. Juga sangat efektif untuk mengurangi tekanan emosi dan menetralkan racun dalam darah.

Badan Litbang Pertanian RI menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak. Khasiat buah naga masih belum diketahui oleh masyarakat luas. Selain penelitian yang masih sangat terbatas, buah ini masih sangat langka. Bahkan, masih banyak di antara kita yang sama sekali tidak mengenal buah ini.

Buah naga merupakan sumber vitamin dan mineral yang cukup baik. Kadar vitamin B1 pada buah naga mencapai 0,3 mg per 100 gram daging buah. Konsumsi vitamin B1 per orang per hari yang dianjurkan oleh Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (2004) adalah 0,5-0,9 mg untuk anak-anak di bawah 10 tahun, serta 0,9-1,0 mg untuk orang dewasa. Wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui perlu tambahan sebesar 0,3 mg per hari di atas kebutuhan normalnya.

Pada prinsipnya tiamin (vitamin B1) berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi yang disebut ATP. Kekurangan tiamin akan menyebabkan polyneuritis (beri-beri kering), yang disebabkan oleh terganggunya transmisi saraf atau jaringan saraf menderita kekurangan energi. Gejala kekurangan tiamin mula-mula adalah lelah, hilang selera makan, berat badan menurun, dan gangguan pencernaan.

Buah naga juga mengandung kalium, zat besi, protein, kalsium dalam jumlah yang cukup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat-zat tersebut juga baik untuk mentralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan, dan mencegah hipertensi.

Kandungan air pada buah naga juga cukup tinggi, yaitu mencapai 83 gram per 100 g daging buah. Karena itu, buah naga dapat juga dijadikan pencuci mulut yang lezat.

Komposisi gizi per 100 gram daging buah naga (Komponen dan Kadarnya)
  • Air (g) 82,5-83,0
  • Protein (g) 0,16-0,23
  • Lemak (g) 0,21-0,61
  • Serat/dietary fiber (g) 0,7-0,9
  • Betakaroten (mg) 0,005-0,012
  • Kalsium (mg) 6,3-8,8
  • Fosfor (mg) 30,2-36,1
  • Besi (mg) 0,55-0,65
  • Vitamin B1 (mg) 0,28-0,30
  • Vitamin B2 (mg) 0,043-0,045
  • Vitamin C (mg) 8-9
  • Niasin (mg) 1,297-1,300

Prof Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi IPB

Berita dan gambar di kutip dari Kompas.Com
0 Comments | Read More→

Buah Naga Terberat Masuk MURI

rekor buah naga terbesarBuah naga merah berbobot 1,4 kilogram berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (MURI), Sabtu (19/2). Buah milik Harsono Enggalhardjo dinyatakan sebagai buah naga terberat sampai saat ini.

Harsono, pengusaha bidang pertanian asal Dusun Bleder, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, mengatakan buah naga yang ditanamnya sama seperti buah naga di tempat lain. Yang membedakan adalah pemberian pupuk organik, dengan bahan utamanya adalah udang dan plankton.

Pupuk khusus Harsono membuat buah naga menyerap protein secara maksimal. Pupuk cacing juga ditebar di sekitar tanaman untuk menambah efek pertumbuhan buah. Harsono mengaku merawat buah naga secara rutin agar terhindar dari jamur dan penyakit.

Pohon buah naga milik Harsono rata-rata berusia dua tahun, yang dapat tumbuh hingga 20 tahun. Panen bisa dilakukan sepanjang tahun, dengan 20-40 buah per tahun.

Saat ini Harsono baru mampu melayani permintaan pasar lokal, itu pun terbatas ke Semarang dan Jakarta. Menurutnya, buah naga saat ini mulai banyak digemari masyarakat. Sebelum buah naga, Harsono pernah memecahkan rekor MURI juga, melalui melon dengan berat 4,37 kilogram.

Berita dari Liputan6
0 Comments | Read More→

Potensi Buah Naga

Toko buah dan pasar swalayan dan sejumlah perkebunan kini mulai melirik potensi komoditas Buah Naga, lantaran budidayanya mudah dan prospek ke depan cerah dibanding buah lainnya. Tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Saat ini Thailand dan Vietnam merupakan pemasok buah terbesar dunia, tetapi permintaan yang dapat dipenuhi masih kurang dari 50 persen.

Pasar lokal saat ini dibanjiri produk ekspor berdasarkan catatan dari eksportir buah di Indonesia, buah naga ini masuk ke tanah air mencapai antara 200 400 ton/tahun asal Thailand dan Vietnam. “Buah naga yang masuk ke Indonesia bahkan hampir setiap tahunnya mengalami peningkatan, akan tetapi buah naga lokal tetap diminati oleh pasar, selain itu prospek pasar ekspor pun dianggap cukup menggiurkan,” kata Djoko Raino Sigit,M.Si yang sekarang juga merintis mengembangkan tanaman buah naga di Malang, Jawa Timur dan Delanggu, Jawa Tengah.

Berita dan foto dari Kuburayakab.go.id
0 Comments | Read More→

Nganjuk Ingin Jadi Sentra Buah Naga

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia Utara dan Tiongkok Selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Nama buah naga merujuk pada buah-buah yang dapat dimakan dari tumbuhan jenis:

-Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih.
-Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah.
-Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih.
-Hylocereus costaricensis, buah naga dengan warna buah yang sangat merah.

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga, dan buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang dalam tanah pada batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40° C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11-17 bulan.

Di Kabupaten Nganjuk, buah naga dapat tumbuh dengan baik di Kecamatan Loceret tepatnya di Desa Ngepeh, Dsn. Sumberunut. Hal ini dikarenakan di daerah tersebut memiliki udara yang cukup sejuk, namun mendapatkan sinar matahari cukup yang merupakan syarat pertumbuhan buah naga merah. Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, namun tumbuhan ini cukup rakus akan unsur hara, sehingga apabila tanah mengandung pupuk yang bagus, maka pertumbuhannya akan baik. Dalam waktu 1 tahun, pohon buah naga dapat mencapai ketinggian 3 meter lebih.

Di Dsn.Sumberunut ini terhampar areal buah naga seluas 1 Ha dengan populasi sebanyak 1.400 patok, dimana per patok ditanami 4 pohon. Lahan tersebut milik Suyono salah satu perangkat Desa Ngepeh yang dikelola langsung oleh Arif yang tidak lain adalah putranya. Dengan berbekal kemampuan berbudidaya yang diperoleh dari berbagai pelatihan budidaya buah naga, Arif mampu mengaplikasikan ilmunya di lahan garapnya.

Ada 2 jenis varietas buah naga yang ditanamnya yakni jenis merah dan putih. Pada bulan Nopember 2010 Arif telah mulai memanen buah naga hasil budidayanya. Sampai dengan bulan Januari 2011 Arif telah mampu memanen buah naga sebanyak 1,5 ton dengan harga jual untuk jenis buah naga Merah antara Rp.25.000 – Rp.35.000,- sedangkan untuk buah naga putih terjual dengan harga Rp. 10.000 – Rp. 15.000,-. Perbedaan harga ini dikarenakan jenis merah lebih sulit membudidayakannya dan memerlukan ketelatenan para petani, sebab penyerbukan tidak dapat terjadi secara alami (benangsari dan putik terdapat dalam satu bunga) sehingga untuk dapat berbuah petani harus mengawinkannya.

Saat proses pemanenan Bupati Nganjuk beserta istri juga berkenan hadir menyaksikan sekaligus malakukan panen buah naga secara simbolis. Menurut Bupati Nganjuk komoditi ini memiliki prospek yang cerah sekali dimana target permintaan masih lebih besar dibandingkan stok buah naga yang ada. Oleh karena itu diharapkan para petani buah naga mampu mengembangkan potensi diri, menambah ilmu pengetahuan serta mengenal lebih jauh tentang teknologi tepat guna anjuran instansi terkait untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah naga Nganjuk. Diharapkan kedepan Nganjuk mampu menjadi sentra Dragon Fruit di Jawa Timur. Perlu diketahui juga bahwa seluruh warga di Dsn.Sumberunut ini sudah menanam buah naga. Dari Info yang dihimpun DeAL menyebutkan bahwa buah naga produksi Nganjuk ini tentang pemasarannya tidak menemui kesulitan. Hasil panen ini dikirim ke Madiun, Ponorogo dan Yogyakarta.

Mengapa buah naga ini sangat diminati? Hal ini dikarenakan selain rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Belum ada penelitian tentang manfaat buah ini, namun karena asalnya dari jenis buah kaktus dipercaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium, dan karbohidrat. Buah naga mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan.

Berita dari NganjukKab.go.id
0 Comments | Read More→

Petani Buah Naga Kewalahan Order

buah nagaPetani buah naga di Madura kewalahan memenuhi permintaan konsumen pada Tahun Baru Imlek kali ini. Sebulan sepekan terakhir permintaan pasar atas buah naga mencapai 40 ton, dan baru bisa dipenuhi 2 ton per bulan.

Demikian diungkapkan petani di Desa Rombasan, Kec. Pragaan, Sumenep, Muchlis, Kamis. “Tiap hari rata-rata permintaan buah naga mencapai satu kwintal. Itu khusus milik saya sendiri belum termasuk milik tetangga sebelah," kata Muchlis kepada ANTARA, Kamis.

Di wilayah Kecamatan Pragaan tanaman buah naga milik warga mencapai 1,5 hektare dari total 2,5 haktare lahan yang ditanami di Kabupaten Sumenep. “Meningkatnya permintaan buah naga ini selain kebutuhan Imlek, juga sebagian masyarakat mempercayai sebagai obat menurunkan kadar gula," kata Muchlis.

Harga buah naga di Madura menjelang tahun baru Imlek ini juga naik dari sebelumnya hanya Rp15 ribu per kilogram kini menjadi Rp18 ribu per kilogram di tingkat pengecer. Menurut dia, Harga itu, jauh lebih mahal disbanding di Malang, Banyuwangi dan Lumajang yang hanya dalam kisaran Rp12 ribu per kilogram. “Saat ini ada permintaan pasokan sebanyak 40 ton per bulan, namun kami belum sanggup memenuhinya karena produksi petani buah naga di Madura hanya sekitar 2 ton per bulan,” ujarnya.

Berita dan Foto dari Surabaya Post
0 Comments | Read More→