PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman buah naga dikelompokkan menjadi tiga :

1.Hama Semut Merah
Semut merah biasa menyerang bagian ujung batang yang masih muda dan pergelangan ruas batang. Dia masuk dan membuat rumah didalam batang. Bagian yang terserang akan berwarna kuning, berlubang kemudian kering dan mati. Pemberantasan hama serangga ini dengan menggunakan insektisida, misalnya : Basudin 50 EC atau Matador.

2.Hama Bekicot
Hama bekicot menyerang tunas – tunas muda calon cabang buah naga. Bekas gigitan bekicot akan mengundang serangan hama jamur atau bakteri yang menyebabkan tanaman layu. Pemberantasannya dengan membuang dan membasmi semua bekicot yang berada di tanaman dan sekitar tanaman.

3.Penyakit Jamur
Jamur Fusarium oxysporum Schl yang menyerang tanaman buah naga menyebabkan penyakit layu fusarium. Jamur ini menyerang karena tanah atau media tanamnya tidak bisa membuang air dengan lancar. Tanaman yang terserang jamur menjadi layu dan pelan – pelan kering. Untuk menanggulangi penyakit ini bisa digunakan fungisida seperti Benlate T 20 WP atau Derosal 60 WP dengan cara disemprotkan pada bagian tanaman yang terserang penyakit.

Selain layufusarium, serangan jamur juga menyebabkan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman buah naga. Jamur yang menyerang pangkal batang ini jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Serangan jamur ini bahkan bisa menghabiskan batang sehingga tinggal “tulang” kayunya saja. Pemberantasannya dengan fungisida. Pengalaman di kebun kami, penyakit ini diberantas dengan air sabun colek. Caranya, dengan mencampur 1 sendok makan garam, 1 sendok teh sabun colek dan 17 liter air. Kemudian air sabun colek ini dioleskan pada bagian yang terserang jamur.
0 Comments | Read More→

PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN BUAH NAGA

buah nagaPerawatan tanaman buah naga mutlak diperlukan jika menginginkan berhasil dalam budidaya buah naga. Perawatan yang perlu dilakukan untuk tanaman buah naga meliputi hal-hal berikut :

1. Penyiraman tanaman
Penyiraman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta memperhatikan waktu penyiraman. Pada masa awal penanaman, penyiraman bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, kebutuhan penyiraman tiap hari menjadi mutlak diperlukan. Tetapi pada musim penghujan, frekuensi penyiraman bisa dikurangi tergantung curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, jangan melakukan penyiraman.

2. Pemberian pupuk
Salah satu perawatan yang harus dilakukan pada tanaman buah naga adalah pemupukan. Mengenali sifat pupuk sangat penting dalam hubungan kebutuhan pupuk bagi tanaman buah naga. Dengan demikian bisa diketahuai pada setiap tahap pertumbuhan tanaman jenis pupuk apa yang dibutuhkan. Unsur nitrogen (N) dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar pada awal masa pertumbuhan tanaman yakni sejak tanaman muda hingga menjelang berbunga dan berbuah. Ketika tanaman buah naga mendekati masa berbunga tanaman banyak membutuhkan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang tinggi. Pemupukan harus dilakukan secara berkala sehingga dapat terpenuhi respon yang cepat dari pertumbuhan buah naga.

3. Pengaturan percabangan
Pengaturan cabang bertujuan untuk mengatur pembuahan dan untuk menjaga kesehatan tanaman. Pengaturan percabangan ini dilakukan dengan cara pemangkasan cabang dan tunas bakal cabang. Sebaiknya pemangkasan dilakukan pada bakal cabang yang masih dalam bentuk tunas. Karena luka bekas pemangkasan tunas cabang tidak akan membahayakan bagi kesehatan tanaman. Cabang boleh saja dipelihara jika tumbuh pada ujung atas cabang, itupun jumlahnya harus dibatasi. Maksudnya agar pertumbuhan menjadi optimal. Pengaturan cabang yang baik dengan pola 1-3-5. Artinya, 1 batang utama, 3 cabang pertama, dan 5 cabang kedua. Buah hanya boleh muncul pada cabang kedua, jumlahnyapun dibatasi. Biarkan tumbuh 15 buah saja. Dengan asumsi tiap cabang menghasilkan 3 buah.
8 Comments | Read More→

MENGOLAH LAHAN BUAH NAGA

Tanaman buah naga tidak membutuhkan lahan tanam yang luas dan dalam . Karena akarnya hanyalah akar permukaan, berbentuk serabut, pendek ( maksimal 30 cm ), tidak menembus jauh sampai ke dalam tanah. Sehingga lahan tanam yang sebenarnya harus benar-benar diolah tidak begitu luas. Minimal dalam radius 1 meter dari tanaman, lahan harus diolah. Hal yang penting lagi adalah mempersiapkan lubang tanam.

Luas lubang tanam adalah 40 x 40 cm dan kadalaman 50 cm. Lubang tanam harus benar-benar disiapkan sesuai dengan kebutuhan tanaman buah naga. Ke dalam lubang tanam harus terisi dengan media tanam yang subur, gembur atau porous dan mengandung banyak unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga. Selain itu, karena tanaman buah naga termasuk tanaman yang merambat atau tidak bisa berdiri sendiri, maka perlu dibuat tiang penyangga. Tiang ini fungsinya untuk tempat merambat dan menopang tanaman buah naga.

Langkah - langkah dalam mengolah lahan dan menanam buah naga seperti berikut :

Langkah 1 : Membuat bedengan.
Tanah yang akan dibedeng harus diolah terlebih dahulu. Lapisan tanah dibalik - balik dengan menggunakan cangkul atau hard tractor sampai tanahnya cukup gembur. Berikutnya membuat bendengan - bendengan dengan 1,5 meter memanjang. Untuk menambah kegemburan dan kesuburan tanah, akan lebih baik jika tanah bedengan dicampur dengan kompos, abu sekam atau coco peat (daging kulit kelapa yang sudah diambil seratnya). Antar bendengan buatkan parit untuk saluran air. Buat sedemikian rupa agar parit mudah diairi dan mudah pula ketika membuang air.

Langkah 2 : Memasang tiang penyangga
Langkah berikutnya adalah memasang tiang penyangga. Tiang penyangga merupakan kebutuhan mutlak dalam budidaya buah naga, karena tanaman buah naga tidak bisa berdiri sendiri sehingga perlu penopang. Bahan tiang penyangga juga harus kuat dan tahan lama, karena usia tanaman ini bisa mencapai 20 tahun. Bahan dengan sifat demikian biasanya terbuat dari bahan beton. Untuk mengurangi volume beton, serta untuk menghemat investasi, buat tiang beton yang berpenampang segitiga. Penampang tiang sebaiknya berbentuk segitiga sama sisi, dengan lebar sisi-sisinya 10 cm. Panjang tiang 2 meter, yang setengah meter di tanam ke dalam tanah.

Tiang penyangga dipasang atau ditanam tepat di tengah bedeng. Untuk menopang batang dan cabang tanaman, di bagian ujung atas tiang dipasang besi melingkar menyerupai setir mobil, dari bahan besi beton diameter 10 mm. Antar tiang penyangga berikan jarak minimal 2 meter.

Langkah 3 : Membuat lubang tanam
Lubang tanam digali di sekitar tiang penyangga. Buat 3 atau 4 lubang tanam dengan luas lubang 40 x 40 cm dan kedalaman 50 cm. Bersihkan lubang dari batu-batuan dan dari sampah plastik. Ke dalam setiap lubang galian di isi ; pupuk dasar dan media tanam. jika pupuk dasar dari pupuk kandang, berikan sebanyak 4 kg per lubang. Langsung masukkan ke dasar lubang. Ingat, pupuk kandang harus sudah matang (sudah tak berbau dan sudah menjadi tanah). Jika pupuk dasar dari pupuk kimia dosisnya sebanyak 60 gram SP 36, 60 gram KCL dan 20 gram ZA/Urea. Pupuk dasar kimia ini kemudian dicampur dengan tanah top oil (tanah lapisan atas) bekas galian. Isikan sedalam sepertiga dari dalam lubang.

Baru di atasnya diisi dengan media tanam. Media tanam terdiri dari bahan-bahan campuran antara 1 bagian dolomit : 7 bagian kompos, 5 bagian pasir dan 10 bagian tanah kebun. Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam lubang. Biarkan lubang tanam yang telah siap ini sekitar satu minggu.

Langkah 4 : Melakukan penanaman.
Buat lubang lagi di tengah-tengah lubang yang berisi media tanam secukupnya (sesuaikan dengan besar bibit tanaman buah naga). Ambil bibit buah naga, buang plastik polibagnya, kemudian tanam dengan hati-hati (minimal sedalam 10 cm).
0 Comments | Read More→

CARA MEMILIH BIBIT BUAH NAGA YANG BENAR

Sebelum kegiatan penanaman buah naga dilakukan, bibit harus disediakan terlebih dahulu. Langkah awal dalam menyediakan bibit adalah pemilihan bibit. Pemilihan bibit ini merupakan faktor yang sangat penting dan cukupmenentukan dalam keberhasilan budidaya tanaman buah naga. Dalam pemilihan bibit, selain memilih jenis atau varietas tertentu, juga memilih kualitas bibit itu sendiri. Untuk lebih memastikan jenis atau varietas serta kualitas bibit yang akan ditanam, sebaiknya dicari dari pembibit yang kredibel dan ahli di bidang pembibitan tanaman buah naga.

Pembibit yang kredibel dan benar – benar ahli di bidangnya biasanya melakukan pemibitan sendiri dari tanaman induk yang benar -benar terjaga keaslian dan kualitasnya. Harganya memang lebih mahal bila dibandingkan dengan bibit yang tak jelas asal usulnya. Tetapi pengaruh dan manfaatnya sangat besar pada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk proses pembuahannya. Hal ini cukup penting menentukan keberhasilan budidaya tanaman buah naga.

Bibit tanaman buah naga yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Keadaan tanaman subur, sehat dan segar.
2. Batang nampak kokoh, bebas hama dan penyakit yang ditandai dengan kulit batang yang mulus tidak ada cacat bekas serangan hama dan penyakit, atau luka
3. Batang berwarna hijau tua serta ujungnya utuh dan lancip.

Bibit buah naga yang akan ditanam, jika didapat dari lokasi yang jauh dan berbeda kondisi agroklimatnya, tidak boleh langsung ditanam. Bibit seperti ini perlu dirawat terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru dan untuk menghindarkan dari stres. Bibit yang demikian harus ditampatkan di areal penanaman paling tidak selama satu sampai dua bulan untuk bradaptasi dengan lingkungan yang baru. Perawatan pemupukan perlu dilakukan selama dalam perlakuan tersebut. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk daun dengan kadar N yang tinggi.
0 Comments | Read More→

JENIS BUAH NAGA YANG BANYAK DIBUDIDAYAKAN

Buah naga yang kini banyak dibudidayakan adalah dari jenis buah naga putih ( Hylocereus undatus ), buah naga merah ( Selenicereus megalanthus ) dan buah naga kuning . Karena itu, masih ketiga jenis buah naga tersebut yang sudah ada di pasaran. Tapi dari ketiganya masih buah naga putih yang paling banyak beredar di pasaran saat ini.

Sebagai pendatang baru, harga buah naga cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena, pasokan dari petani atau pekebun masih masih cukup langka.Ditambah dengan memperoleh bibit dalam jumlah yang besar sangat sulit

Dari segi rasa sebenarnya buah naga putih masih kalah dengan buah naga merah maupun kuning. Tapi karena buah naga putih paling cepat berbuah serta ukuran buahnya paling besar, maka buah naga putih yang paling banyak dipilih untuk dibudidayakan.

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus undatus
Nama pasar : Buah naga putih
Bentuk buah : Bulat agak lonjong
Kulit buah : Warana putih, tekstur lunak, bertabur biji kecil-kecil.



HYLOCEREUS COSTARICENCIS ( Naga Merah )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus costaricencis.
Nama pasar : Buah naga merah.
Bentuk buah : Bulat, mirip buah nanas.
Kulit buah : Warna merah besisik.
Daging buah : Warna merah, tekstur lunak,bertabur biji kecil – kecil.
Berat buah : 400 – 500 gram/ buah



SELENICEREUS MEGALANTHUS ( Naga Kuning )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Species : Selenicereus megalanthus
Nama pasar : buah naga kuning
Bentuk buah : bulat agak lonjong

Daging buah : Warna putih, tekstur lunak bertabur biji.

Berat buah : 300 – 400 gram/ buah
0 Comments | Read More→

MENGENAL BUAH NAGA ( DRAGON FRUIT )

Ada beberapa pertanyaan yang mampir di email saya tentang Buah Naga ( Dragon Fruit ) tentang budidaya dan kalkulasi usahanya. Saya muat dalam blog ini lengkap dengan jenis-jenis, budidaya, dan gangguan penyakit serta kalkulasi keuntungan dalam budidaya buah naga. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda selain dunia tanaman hias.

Buah naga ( Dragon fruit ) dihasilkan dari tanaman kaktus jenis pemanjat. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim tropis kering, yakni Amerika tengah dan Amerika Salatan. Di habitat aslinya buah naga tentu saja dapat berkembang dengan baik. Seperti Meksiko misalnya, karena itu mereka telah mampu mengekspor naga le seluruh dunia.

Tanaman kaktus pada umumnya jarang sekali menghasilkan buah. Mereka kebanyakan hanya berfungsi sebagai tanaman hias. Tidak banyak tanaman kaktus yang bisa menghasilkan buah yang bisa dimakan. Salah satu tanaman kaktus yang menghasilkan buah adalah dari sub famili Hylocerenae.

MORFOLOGI
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari, akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Batang berwarna hijau berpenampang segitiga, segi empat atau segi enam. Lebar penampang tak lebih dari 8 cm. Durinya hitam berukuran kecil. Dia tunbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga. Bentuknya mirip bunga wijayakusuma . Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah,berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor ular naga. Karena itulah mengapa buah ini disebut dengan nama buah naga.

SYARAT TUMBUH
Tanaman buah naga akan tumbuh secara optimal di daerah tropis kering. Tempat yamg ideal bagi tanaman kaktus buah naga adalah dataran rendah ( ideal 2 – 100 m dpl ) dengan intensitas sinar matahari yang tinggi ( min. 10 – 12 jam sehari ). Karena tanaman ini termasuk tanaman daerah bersuhu panas ( 25 – 35 derajat celcius).

Tanaman buah naga memerlukan lahan tanam yang subur dan banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Disamping itu buah naga juga menghendaki lahan tanam yang beraerasi ( surkulasi udara ) dan berdrainase ( sirkulasi air ) yang baik. Artinya lahan harus gembur/ remah dan aliran air lancar ( tidak tergenang ). Dalam lahan yang gembur masih terdapat ruang – ruang bagi udara untuk bersirkulasi.Buah naga dapat hidup di tanah yang ber- pH mendekati netral hingga netral ( pH 5 – 7 ). Jika mendapati tanah yang pH-nya kurang dari 5, kapur dolomit bisa digunakan untuk menetralkanya.

SUBFAMILI HYLOCEREANAE BUAHNYA PALING ENAK
Dari ribuan jumlah species kaktus, kaktus buah naga adalah salah satu jenis tanaman kaktus yang menghasilkan buah yang bisa dimakan. Kelompok kaktus yang bisa dimakan ada 49 jenis, namun semuanya enak dilidah. Hylocereanae adalah subfamili kaktus yang daging daging buah bisa dimakan dan enak rasanya. Subfamili Hylocereanae terdiri dari 3 genus yaitu Hylocereus ( 18 jenis ), Selenicereus ( 25 jenis ) dan Aporacactus ( 6 jenis ). Primadona dari Hylocereus adalah Helocereus undatus buahnya paling besar, daging buah putih, kulit merah.Dari genus Selenicereus, yang paling enak adalah Selenicereus megalanthus, kulitnya kuning daging buahnya putih sisik naganya tidak begitu jelas.

Pada sekujur buah terdapat tojolan – tonjolan kecil . Sedangkan Aporocactus buahnya tidak enak untuk dimakan. Dari ketiga genus itu yang paling marketabel adalah Hylocereus undatus yang buahnya paling besar dan banyak dibudidayakan orang sebagai tanaman buah – buah dengan nama “ BUAH NAGA “. Sedang Selenicereus megalanthus disebut buah naga kuning dan dipasarkan dengan nama “ Yellow Pitaha “.
0 Comments | Read More→